Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Magelang Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Puncak Penghujan Desember hingga Februari

Naila Nihayah • Senin, 16 Desember 2024 | 00:55 WIB

 

 

MEMPRIHATINKAN: Begini kondisi tebing di area persawahan yang longsor pada Rabu malam (9/10).   
MEMPRIHATINKAN: Begini kondisi tebing di area persawahan yang longsor pada Rabu malam (9/10).  

 

 

MUNGKID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Sebab wilayah Kabupaten Magelang tengah memasuki puncak musim hujan pada Desember 2024 hingga Februari 2025.

 Baca Juga: Tak Pernah Ada Normalisasi dan Peninggian Tanggul, 2 Kalurahan di Lendah Jadi Langganan Banjir

Hal itu selaras dengan Keputusan Bupati Magelang Nomor 180.182/325/KEP/46/2024 sebagaimana diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Mengingat ancaman bencana tersebut akan berlangsung hingga Februari 2025 mendatang.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono mengutarakan, ancaman bencana seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, hingga tanah longsor di wilayahnya masih tinggi."Saat ini kami tengah menghadapi musim hidometeorologi yang dapat memicu banjir, angin kencang, pohon tumbang, dan bencana lainnya. Karena itu, kami memperpanjang status darurat tersebut," lontarnya, Minggu (15/12).

 Baca Juga: Flyover Canguk Magelang Siap Difungsikan saat Nataru

Dia menegaskan, BPBD Kabupaten Magelang bakal terus meningkatkan kesiapsiagaannya terkait potensi bencana yang terjadi. BPBD juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi kepada masyarakat, terutama di kawasan rawan bencana (KRB) III di lereng Gunung Merapi.

 

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di dataran tinggi atau wilayah yang berisiko bencana. "Jika diperlukan, segera lakukan pengungsian sementara demi keselamatan bersama," paparnya.

 Baca Juga: Kekurangan Dokter, Puskesmas Samigaluh 1 Tak Bisa Jadi Alternatif RS Untuk Pelayanan 24 Jam

Selama 1 Januari hingga 15 Desember 2024, tercatat ada 407 kejadian bencana di Kabupaten Magelang. 185 di antaranya merupakan tanah longsor. Lalu, cuaca ekstrem sebanyak 125 kejadian, kebakaran bangunan ada 47 kejadian, kebakaran hutan dan lahan empat kejadian, kekeringan sembilan kejadian, banjir 11 kejadian, serta kejadian lain ada 26.

 

Kabupaten Magelang juga memiliki potensi ancaman banjir lahar dingin di sungai-sungai berhulu Gunung Merapi. Seperti Sungai Putih, Krasak, Senowo, Lamat, Pabelan, dan Trising. "Semua komponen harus bekerja sama untuk memastikan langkah-langkah antisipatif telah disiapkan dengan matang," bebernya. (aya)

Editor : Din Miftahudin
#Magelang #Pohon tumbang akibat diterjang angin #Bencana Alam #Bencana #Merapi #hidro meteorologi #status siaga