Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Program Desa Cemenggaon di Bali Layak Diadopsi Jogja yang Darurat Sampah

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 12 Desember 2024 | 19:05 WIB
Pemilahan sampah dan teba modern di Bali.
Pemilahan sampah dan teba modern di Bali.

RADAR JOGJA - Desa Adat Cemenggaon di Bali sudah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan.

Programnya dikenal dengan nama Pesan Pede (Pengelolaan Sampah Mandiri Pedesaan).

Tujuan dari programnya untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Setiap rumah di Desa Adat Cemenggaon dilengkapi dengan lubang tertutup yang disebut teba modern yang berfungsi sebagai komposter untuk menampung sampah organik.

Lubang ini terbuat dari beton atau batako dan memiliki diameter sekitar 80 cm dengan kedalaman 2-3 meter.

Sampah organik yang dimasukkan ke dalam teba modern akan terurai secara alami menjadi tanah subur dalam waktu sekitar 5-6 bulan.

Hasil dari proses ini bisa digunakan sebagai pupuk atau media tanam oleh warga.

Warga desa diwajibkan untuk memilah sampah mereka sejak dari rumah.

Setiap keluarga harus memiliki minimal 2 tong sampah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

Sampah anorganik seperti plastik dan kardus dikelola melalui bank sampah.

Warga bisa menabung sampah anorganik mereka di bank ini yang kemudian akan dijual kepada pengepul untuk didaur ulang.

Dengan sistem ini, Desa Adat Cemenggaon berhasil mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Suasana jalan raya di Desa Cemenggaon Bali yang tampak bersih.
Suasana jalan raya di Desa Cemenggaon Bali yang tampak bersih.

Sebelumnya, desa ini menghasilkan berpuluh ton sampah per bulan.

Namun, setelah penerapan program Pesan Pede, jumlah residu yang dibuang ke TPA berkurang drastis.

Program ini tidak hanya membantu dalam pengelolaan sampah, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan sekitar.

Pendekatan berbasis komunitas dan kearifan lokal bisa dilakukan secara efektif dan berkelanjutan telah dibuktikan oleh Desa Adat Cemenggaon.

Melalui program Pesan Pede dan penerapan teba modern, desa ini berhasil mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan sambil memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Desa Adat Cemenggaon mendapatkan pengakuan sebagai desa dengan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber yang efektif. Bahkan tercatat dalam Rekor MURI pada Desember 2022.

Ini menunjukkan bahwa inisiatif warga setempat telah menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali maupun luar Bali.

Mengingat Jogja yang dalam waktu terakhir ini sedang darurat sampah, inovasi dari Desa Adat Cemenggaon ini layak untuk diadopsi. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Desa Cemenggaon di Bali #sistem pengelolaan sampah #Desa Adat Cemenggaon #Jogja darurat sampah #tpa #bali #program #desa #komposer #pengelolaan sampah #rekor muri