Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Miliki Unit Layanan Bimbingan dan Konseling (ULBK), Untidar Komitmen Ciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif

Naila Nihayah • Kamis, 12 Desember 2024 | 03:17 WIB

 

 

PAPARAN: Director Center of Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikoloi UGM Prof Diana Setiyawati saat memberikan materi pada seminar kesehatan mental di Untidar, Rabu (11/12).
PAPARAN: Director Center of Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikoloi UGM Prof Diana Setiyawati saat memberikan materi pada seminar kesehatan mental di Untidar, Rabu (11/12).

 

 

MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) berkomitmen untuk menghilangkan perundungan dan segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis di lingkungan kampus. Ini didukung dengan sejumlah langkah, termasuk membentuk Unit Layanan Bimbingan dan Konseling (ULBK). Sepanjang 2024, tercatat ada 40 orang yang memanfaatkan layanan tersebut.

 Baca Juga: Sebanyak 1.941 Peserta Bakal Seleksi PPPK Kabupaten Kebumen, Uji Kompetensi Digelar 14-16 Desember di Jogjakarta

Rektor Untidar Prof Sugiyarto mengatakan, saat ini, isu kesehatan mental menjadi perbincangan banyak orang dari berbagai kalangan. Satu di antaranya di dunia perkuliahan. "Sehingga kami membentuk ULBK yang sudah ada sejak dua tahun lalu, tapi mulai dirasakan keberadaannya setahun ini," paparnya, Rabu (11/12).

 

Dia menuturkan, pembentukan ULBK menjadi satu ikhtiar untuk mencegah hingga menangani persoalan yang terjadi di kalangan akademisi, karyawan, maupun mahasiswa. Untidar menyediakan ruang khusus bagi mereka untuk mencurahkan kegundahannya. Menurut dia, perguruan tinggi perlu membangun lingkungan yang suportif dalam kesehatan jiwa.

 Baca Juga: 1.112 Anak di Kabupaten Magelang Kembali Bersekolah. 382 di Antaranya Belum Mndapatkan Bantuan Dana

Sepanjang 2024, ULBK mencatat ada 40 orang yang berkonsultasi. Mereka rerata dari kalangan mahasiswa dan tenaga pendidik. Ada sejumlah hal yang dikonsultasikan. Mulai dari tekanan akademis karena terlalu banyak tugas dan teori, pergaulan di lingkungan kampus, dan lain sebagainya. 

 

Dia menilai, semakin padat atau banyak tuntutan di lingkungan kampu, tingkat stres akan semakin meningkat. Hal itu sedikit banyak dapat memengaruhi kesehatan mental. "Itu yang berani (konsultasi). Yang tidak berani juga sepertinya banyak. Apalagi sekarang mahasiswa banyak mendapat beban tugas," sebutnya.

 

Ke depan, Untidar bakal lebih menguatkan eksistensi ULBK maupun unit lain. Selain itu, kata dia, kampanye soal kesehatan mental di lingkungan kampus juga harus terus disuarakan. Termasuk meningkatkan fasilitas yang ada. Terlebih, kampus di Kedu Raya telah menandatangani nota kesepahaman dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

 Baca Juga: Anggota DPRD Kebumen Minta Pemkab Kabumen Tindaklanjuti Hasil Reses, Ini Harapannya

Sementara itu, Director Center of Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikoloi UGM Prof Diana Setiyawati menambahkan, kampus juga berperan penting dalam mendukung kesehatan mental. Namun, perlu ada sinergi antara perguruan tinggi dengan orang tua agar dapat memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap mahasiswa. 

 

"Ada orang-orang yang lebih rentan dari orang lain. Kenapa ada mahasiswa bunuh diri? Karena dulu mungkin ketika kecil dididik dengan kekerasan, penelantaran. Sehingga mereka punya konsepsi yang sangat rentan terhadap sesuatu, seperti skripsi," bebernya. (aya)

 

Editor : Din Miftahudin
#Rektor Untidar Prof Dr Sugiyarto #sehat #Kampus #Untidar #kesehatan mental #bimbingan konseling #pelayanan pendidikan