Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

1.112 Anak di Kabupaten Magelang Kembali Bersekolah. 382 di Antaranya Belum Mndapatkan Bantuan Dana

Naila Nihayah • Kamis, 12 Desember 2024 | 02:52 WIB



GEMBIRA: Anak-anak SD tengah bermain sepak bola bersama.
GEMBIRA: Anak-anak SD tengah bermain sepak bola bersama.
 


MUNGKID - Sepanjang tahun 2024, ada 1.112 anak di Kabupaten Magelang yang kembali bersekolah. Jumlah itu melebihi target yang ditentukan, yakni 1.000 anak tidak sekolah (ATS). Dari 1.112 anak itu, 382 di antaranya masih membutuhkan bantuan dana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor Tebing Setinggi 15 Meter di Windusari Magelang, Satu Rumah Terancam

Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang Gielda Warsini menyebut, penanganan ATS di wilayahnya melebihi target yang ditentukan. Capaian itu berkat kerja sama yang baik antara pemerintah dengan Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Kabupaten Magelang.

Hanya saja, dari 1.112 ATS, 730 di antaranya sudah mendapat dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah. Itu berarti masih tersiswa 382 ATS yang belum mendapat bantuan dana. "Sehingga perlu adanya Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu penanganan ATS agar bisa bersekolah kembali," paparnya, Rabu (11/12).

Baca Juga: Anggota DPRD Kebumen Minta Pemkab Kabumen Tindaklanjuti Hasil Reses, Ini Harapannya

Dia mengatakan, selama ini pemerintah bersama KMPP menggelar kegiatan road show dengan mendatangi desa-desa di wilayahnya. Terutama desa yang jumlah ATS-nya masih tinggi. Upaya itu terbukti mampu mendongkrak anak-anak yang putus sekolah dan bisa kembali bersekolah.

Sementara untuk program penanganan ATS tahun 2025, kata dia, difokuskan di tujuh desa. Antara lain Desa Sukosari dan Trasan, Kecamatan Bandongan; Desa Kembanglimus, Ngargogondo, dan Sambeng, Kecamatan Borobudur; Desa Kaliyoso, Kecamatan Salaman; serta Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam.

Baca Juga: Mengungkap Filosofi Dreamcatcher: Penangkal Mimpi Buruk dan Simbol Keberuntungan

Ketua KMPP Kabupaten Magelang Eko Triyono mengatakan, meski target penanganan ATS terlampaui, namun pihaknya harus tetap memonitor dan memantau perkembangan mereka.  "Dengan begitu, mereka tetap mengikuti proses belajar dengan baik dan semangat bersekolah," katanya. (aya)

Editor : Din Miftahudin
#sekolah lagi #Pendidikan #Anak Tidak Sekolah ATS #CSR (corporate social responsibility) #CSR