Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Miris! Gerakan Aksi Perempuan di Jakarta Ini Justru Dihadiri Kaum Waria Timbulkan Reaksi Warganet

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 10 Desember 2024 | 18:13 WIB
Beberapa potret kaum waria yang ikut aksi jalanan Women
Beberapa potret kaum waria yang ikut aksi jalanan Women

RADAR JOGJA - Sebuah gerakan aksi yang terdiri dari kelompok perempuan dan kelompok rentan dengan istilah Women’s Merch Jakarta (WMJ) baru saja menggelar acara tahunan mereka pada Sabtu, (7/12/2024) lalu.

Bentuk aksi tahunan mereka berupa gerakan menuntut hak–hak perempuan, serta isu–isu terkait dalam negeri.

Aksi ini menjadi viral di media sosial. 

Salah satu yang dibahas dalam aksi tersebut yaitu mengenai Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan kenaikan PPN sebesar 12 persen.

Mereka menuntut kebijakan tersebut perlu dikaji ulang karena dinilai memberatkan masyarakat.

Terlepas dari esensinya, Woman’s March Jakarta ini nampaknya juga mengundang perhatian satu kelompok yang sedikit membuat geram netizen.

Sebuah postingan di X dari akun @sagipussy menjadi atensi pengguna lain, terutama kalangan perempuan lantaran diduga memamerkan banyak sosok waria mendatangi acara tersebut.

Bukannya menyuarakan hak–hak sosial terkait bangsa, mereka justru seakan menuntut agenda kaum LGBTQ+ yang marak terjadi di luar negeri dengan mengaku sebagai “perempuan”.

Banyak yang mengecam aksi mereka karena dinilai tidak pantas.

Ada yang menganggap hal tersebut merupakan penistaan terhadap perempuan.

Ada juga yang mengatakan bahwa sebaiknya identitas mereka sebagai laki–laki haruslah dipertegas karena itu merupakan bentuk penyimpangan.

“Di acara perempuan pun kalian masih disusupi laki–laki. Gw liatnya kasian sih, seharusnya perempuan bisa bersuara lantang tanpa laki–laki jadian itu,” ucap pengguna X @banghaaan dalam komentarnya.

Sebagaimana komentar tersebut, tindakan mereka memang sangat bertolak belakang baik dari segi moral maupun ketertiban.

Bukan hanya berbuat onar di suatu acara yang mana perempuan dapat bebas menyuarakan hak– hak mereka, namun juga membuat resah masyarakat.

Kaum yang akrab disapa bencong ini sepatutnya perlu penindakan lebih dari aparat yang berwenang agar keresahan seperti ini tidak terulang kembali. (Muhammad Malik Nadzif)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#perempuan #waria #identitas #tabungan perumahan rakyat #Gerakan Aksi Perempuan #jakarta #aksi #gerakan #Dihadiri Kaum Waria