Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ustaz Adi Hidayat Masuk Bursa Pengganti Gus Miftah, Ini Profil Lengkapnya

Tastabila Maika Warditya • Senin, 9 Desember 2024 | 20:03 WIB

Sosok Ustadz Adi Hidayat pengganti Gus Miftah.
Sosok Ustadz Adi Hidayat pengganti Gus Miftah.


RADAR JOGJA - Nama Ustadz Adi Hidayat menjadi salah satu yang mencuat dalam daftar calon pengganti Gus Miftah Maulana Habiburrahman sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. 

Bersama kandidat lainnya, Ustaz Adi disebut sebagai figur potensial yang memiliki rekam jejak luar biasa dalam dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia.

Sebagai salah satu ulama terkemuka di era modern, Ustadz Adi Hidayat telah membangun reputasi sebagai sosok inspiratif yang mampu menggabungkan tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan inovatif.

Salah satu karyanya yang paling berpengaruh adalah pendirian Quantum Akhyar Institute, sebuah pusat kajian Islam yang fokus pada pengembangan ilmu berbasis Al-Qur’an dan Hadis.

Untuk lebih mengenal sosok Ustadz Adi Hidayat, mari kita simak profil berikut ini:

Ustadz Adi lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 September 1984, beliau tumbuh di tengah keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Orang tuanya, Warso Supena dan Hj. Rafiah Akhyar, memastikan pendidikan anak-anak mereka tidak hanya mencakup ilmu formal, tetapi juga pendidikan agama sejak dini.

Sejak kecil, Adi Hidayat telah menunjukkan kecerdasan yang luar biasa.

Ia menamatkan pendidikan dasar di SDN Karaton 3 Pandeglang dan SDN III Pandeglang dengan predikat siswa terbaik.

Selain itu, ia juga mendapatkan pendidikan agama di Madrasah Salafiyah Sanusiyah, di mana ia mulai menunjukkan bakatnya sebagai penceramah cilik dalam acara-acara wisuda santri.

Pendidikan menengahnya ditempuh di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, di bawah bimbingan KH. Miskun As-Syatibi.

Di pesantren ini, ia semakin mendalami Al-Qur’an dan hadis, sambil terus mengembangkan kemampuannya di bidang syarh tafsir.

Tak hanya unggul di pelajaran agama, Ustadz Adi juga meraih berbagai penghargaan atas prestasinya di pesantren.

Ustaz Adi kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang dilanjutkan di Kuliyya Dakwah Islamiyah Libya.

Di Libya, ia mendalami berbagai cabang ilmu Islam seperti fiqh, ushul fiqh, bahasa Arab, hingga tafsir Al-Qur’an.

Ia juga berkesempatan berguru kepada sejumlah ulama besar di berbagai negara, memperkaya keilmuan dan wawasannya.

Sebagai seorang pendakwah, Ustaz Adi Hidayat dikenal memiliki gaya ceramah yang khas dengan pembawaan yang tegas, lugas, namun tetap humoris.

Cara mendakwah yang memikat dipadukan dengan penjelasan yang mendalam berdasarkan kitab-kitab klasik, menjadikan pesan dakwahnya mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Tidak hanya mengandalkan mimbar konvensional, Ustaz Adi juga memanfaatkan platform digital seperti YouTube dan Facebook untuk menyebarkan pesan-pesan dakwahnya.

Kehadirannya di media sosial membuat dakwahnya menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang, menjadikannya salah satu ulama yang paling berpengaruh di Indonesia.

Masuknya nama Ustaz Adi Hidayat dalam bursa calon Utusan Khusus Presiden bukan tanpa alasan.

Dengan latar belakang pendidikan yang mendalam, pengalaman berdakwah yang kaya, dan pemahaman yang kuat tentang berbagai isu keagamaan.

Ia dinilai mampu membawa visi besar untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pengganti Gus Miftah #Calon Pengganti Gus Miftah #Utusan Khusus Presiden #profil #Ustaz Adi Hidayat #Pendidikan Islam #Ulama terkemuka