RADAR JOGJA - Tokoh Muslim dunia asal Amerika Serikat, Nouman Ali Khan, kembali menjadi sorotan publik Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Nusantara, pengajar Al-Qur’an dan bahasa Arab ini menyempatkan diri untuk melihat langsung proses produksi kosmetik di ParagonCorp, salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Asia Tenggara.
ParagonCorp dikenal memadukan teknologi modern dengan nilai-nilai Islami dalam menjalankan bisnisnya.
Nouman Ali Khan berharap perusahaan ini dapat terus mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam setiap lini produksinya.
Dengan begitu, konsumen bisa merasa aman menggunakan produk kecantikan tanpa khawatir tentang kandungan bahan yang digunakan.
Profil Singkat Nouman Ali Khan
Nouman Ali Khan adalah sosok yang tidak asing di dunia Islam. Lahir di Berlin, Jerman, pada 4 Mei 1978, ia berasal dari keluarga diplomat Pakistan yang membuatnya berpindah-pindah negara selama masa kecilnya.
Pendidikan agama dan bahasa Arab yang mendalam membawa Nouman ke King Saud University, Riyadh, Arab Saudi, tempat ia menimba ilmu.
Pengaruhnya di dunia Muslim begitu besar hingga ia dinobatkan sebagai salah satu dari 500 Muslim paling berpengaruh di dunia oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre di Yordania.
Ia juga merupakan pendiri Bayyinah Institute, sebuah lembaga pendidikan yang ia dirikan pada 2006 untuk mengajarkan bahasa Arab dan kajian Al-Qur’an secara mendalam.
Kolaborasi Spiritualitas dan Inovasi Modern
Kunjungan Nouman Ali Khan ke ParagonCorp tidak hanya memperlihatkan apresiasinya terhadap inovasi teknologi, tetapi juga menyoroti pentingnya spiritualitas dalam bisnis modern.
Kehadirannya menjadi pengingat bahwa nilai-nilai agama dapat berjalan selaras dengan kemajuan teknologi, menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas tetapi juga bernilai etis.
Dengan kunjungannya kali ini, Nouman Ali Khan semakin menunjukkan peran penting ulama dalam menjembatani tradisi keagamaan dengan perkembangan zaman.
Kehadiran tokoh inspiratif ini di Indonesia memberikan harapan baru akan masa depan industri yang lebih bertanggung jawab secara sosial dan spiritual.
Editor : Winda Atika Ira Puspita