Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada Bencana Hidrometeorologi: BMKG Prediksi La Nina Terjadi Hingga April 2025, Curah Hujan di Indonesia Melonjak 20-40 Persen

Izzatul Akmal Fikri • Senin, 25 November 2024 | 17:38 WIB

Dwikorita Karnawati.
Dwikorita Karnawati.


RADAR JOGJA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena La Nina akan aktif di wilayah Indonesia hingga April 2025.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat untuk waspada, terutama karena La Nina akan berlangsung bersamaan dengan puncak musim hujan.

Sehingga diperkirakan akan meningkatkan curah hujan sebesar 20 hingga 40 persen di beberapa wilayah.

BMKG menyatakan fenomena ini telah dimulai sejak November 2024 dan diprediksi berlanjut hingga Maret atau April 2025.

Dwikorita menyebut, fenomena ini dapat berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca, sehingga masyarakat perlu mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Peringatan khusus diberikan kepada mereka yang tinggal di daerah perbukitan, lereng gunung, dataran tinggi, serta sepanjang bantaran sungai yang rawan bencana hidrometeorologi.

La Nina merupakan fenomena anomali iklim yang disebabkan oleh mendinginnya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik.

Kondisi ini kerap memicu berbagai bencana alam, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung.

BMKG juga mencatat adanya risiko banjir lahar hujan, terutama di wilayah sekitar gunung berapi yang baru saja mengalami erupsi, karena curah hujan dapat membawa material vulkanik seperti pasir, abu, dan bebatuan ke area pemukiman.

Dwikorita menambahkan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi La Nina, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, hingga masyarakat setempat.

Ia menyarankan langkah mitigasi bencana perlu segera dirumuskan agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Prediksi Cuaca Indonesia 2025

BMKG memaparkan sejumlah faktor utama yang akan mempengaruhi kondisi cuaca dan iklim di Indonesia pada 2025.

Penyimpangan suhu muka laut di Samudera Pasifik, Samudera Hindia, dan perairan Indonesia menjadi faktor utama yang terkait dengan La Nina lemah.

Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) turut memengaruhi distribusi hujan di berbagai wilayah Tanah Air.

Analisis BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan tahunan dalam kategori normal, dengan total mencapai 1.000 hingga 5.000 mm.

Namun, sekitar 67 persen wilayah diprediksi akan menerima curah hujan lebih dari 2.500 mm per tahun, termasuk wilayah-wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, serta Papua.

Sebagian kecil wilayah, seperti Sumatera bagian barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Papua bagian tengah, diprediksi akan mengalami curah hujan di atas normal.

Sementara itu, wilayah lain seperti Sumatera Selatan bagian barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara diperkirakan justru mengalami curah hujan di bawah normal, meski hanya mencakup 1 persen dari total wilayah Indonesia.

BMKG menegaskan, meskipun fenomena La Nina hanya bersifat sementara, dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi cukup signifikan, sehingga diperlukan langkah mitigasi yang tepat dan kolaboratif.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Dampak La Nina #bencana hidrometeorilogi #curah hujan #musim hujan #Cuaca Ekstrem #La nina #BMKG