KEBUMEN - Para pedagang Pasar Gombong mulai beraktivitas pasca kebakaran hebat yang terjadi pada pertengahan Oktober lalu. Mereka telah aktif berjualan meski dengan kondisi seadanya. Sebagian pedagang tetap memilih mengadu nasib walau dengan sisa barang yang berhasil diselamatkan.
Tampak sejumlah pedagang berinisiatif mendirikan lapak darurat. Mereka terlihat memanfaatkan ruang sempit di seberang bangunan pasar yang kini ludes terbakar. Selain itu, para pedagang juga telah menempati bangunan relokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Salah satu pedagang Kurniawan, 53, menyatakan, sudah sepekan ini sebagian besar pedagang berjualan di lapak sementara. Kendati begitu, ada juga pedagang yang memilih belum beraktivitas karena mengalami kerugian cukup besar akibat kebakaran. "Sebenarnya sudah ada tempat, tapi saya pilih di pinggiran saja. Mau pindah kan butuh biaya banyak," ujarnya, Minggu (17/11).
Kembalinya aktivitas Pasar Gombong pasca kebakaran merupakan inisiatif dari pedagang. Mereka mengaku tak ingin berpangku tangan serta mengandalkan bantuan dari pemerintah. Meski terlihat sudah normal, para pedagang merasakan geliat ekonomi belum begitu stabil. "Posisi habis kebakaran, pasar otomatis sepi, siapa yang mau beli. Itu yang terkadang kami menjerit. Pikiran ruwet pokoknya. Saya ini sudah keluar modal buat kulakan lagi," jelasnya.
Penjahit pakaian, Darmono, 60, mengungkapkan, kebakaran hebat menjadi pukulan telak bagi dirinya yang setiap hari mengadu nasib di Pasar Gombong. Dia pun mengaku tak bisa berbuat banyak selain hanya bisa pasrah sembari menunggu perhatian dari pemerintah. "Timbang di rumah bingung. Seadanya dulu. Yang penting berangkat, rezeki kan sudah ada yang atur," ungkapnya.
Dia mengatakan, kerugian setiap pedagang atas kebakaran tersebut cukup bervariasi. Tergantung jenis dan jumlah barang dagangan. Atas hal ini pemerintah diminta untuk mencari solusi terbaik agar pedagang kembali memilki tempat yang aman dan nyaman. Saat kejadian semua barang habis terbakar. Sekarang ini dia membuat tenda, sifatnya cuma sementara saja. “Kalau bisa jangan terlalu lama ya," jelasnya.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Pasar Wonokriyo, Gombong pada Kamis (17/10) sore. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, berdasar pendataan ada 125 kios dan 400 lapak pedagang yang ludes terbakar. (fid)
Editor : Din Miftahudin