RADAR JOGJA – Peristiwa tragis terjadi kembali akibat judi online.
Seorang pria berumur 44 tahun inisial MB ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Desa Karangsari, Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah pada hari Selasa, 5 November 2024.
Pria tersebut melakukan aksi bunuh diri diduga karena terlilit hutang dari pinjaman online akibat judi online.
Menurut Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, jasad korban pertama kali ditemukan oleh saudaranya Badrun yang berusia 53 tahun di penyangga toren air di rumahnya.
Kemudian ia memanggil warga dan melaporkannya ke Polsek Adipala.
Ketika tiba di lokasi, Petugas bersama tim medis ari Puskesmas Adipala langsung melakukan pemeriksaan dan memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Di lokasi kejadian juga ditemukan secarik kertas yang bertuliskan “aja laporan ben metu asuransine keno nggo nyingget”, artinya adalah “jangan laporan biar keluar asuransinya bisa buat nyicil.”
Dari catatan tersebut, diketahui bahwa korban diduga mengalami tekanan mental akibat hutang.
Humas Polresta Cilacap itu menjelaskan bahwa korban mengalami masalah finansial karena bisnisnya di bidang rambut palsu mengalami kemunduran dan tidak berjalan lancar sehingga memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Ipda Galih Soecahyo menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.
Ia berharap masyarakat lebih peka dan dapat saling membantu orang-orang yang mugkin membutuhkan pertolongan.
Kejadian ini sontak menyita perhatian netizen di media sosial twitter.
Salah satu akun twitter @bacottetangga_ mengunggah video kejadian tersebut pada 7 November 2024 dan mendapat lebih dari 1,7 juta kali tayangan, 1.502 postingan ulng, 9.286 suka, dan 290 kutipan dengan caption “Judol Kembali Memakan Korban seorang Pria Tega Mengakhiri Hidupnya Karna Kelilit Hutang Akibat Judol.”
Video yang berdurasi 42 detik ini memperlihatkan wanita tua yang diduga ibu korban menangis histeris sambil memeluk jasad korban yang sudah tidak bernyawa.
Banyak netizen yang ikut prihatin atas kejadian tersebut, banyak juga yang menyalahkan pemerintah atas kejadian ini.
“Gimana mau di berantas org kominfo nya aja malah memelihara situsnya, seakan kaya nya negara ngebunuh rakyatnya sendiri. Pegawai pegawai nya enak enakan nikmatin duit Bandar atau emang org org asn nya Bandar nya wkwk," komentar @ki***.
“Jangan pernah coba judol meskipun sekali saja !!! Harus segera diberantas judol judol ini,” tulis akun @va**.
“Kasian orang tuanya, semoga judol judol ini segera di berantas semua nya,” tambah @Ga**. (Isti Nurul Hidayah)