RADAR JOGJA - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah pasien yang dirawat akibat kecanduan judi online.
Kepala Divisi Psikiatri RSCM, dr Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ, mengungkapkan bahwa hampir 100 pasien harus menjalani perawatan inap terkait masalah ini, sementara jumlah pasien rawat jalan mencapai dua kali lipat dari angka tersebut.
"Jumlahnya itu kalau yang dirawat inap pada mendekati angka 100 dan yang dirawat jalan itu dua kali lipat dari angka yang dirawat inap," kata dr Kristiana.
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut hanya mencerminkan sebagian kecil dari permasalahan adiksi judi online yang semakin marak di masyarakat.
Menurut dr Kristiana, tren judi online mulai menunjukkan lonjakan sejak pandemi COVID-19 di tahun 2021, saat akses terhadap pinjaman online juga semakin mudah.
Faktor ini memicu keinginan masyarakat untuk mendapatkan uang dengan cepat melalui perjudian daring.
"Kasus-kasus ini adalah kasus yang kami temui di klinik Adiksi RSCM dan memang usianya kebanyakan adalah usia produktif, dari remaja kemudian juga sampai dewasa muda, yaitu sekitar 40 tahun. Namun, juga kami menemui pasien-pasien yang sudah berusia lebih dari 60 tahun," kata dr Kristina.
Dalam observasi klinis, dr Kristiana mendapati bahwa motivasi utama seseorang terlibat dalam judi online bukan hanya soal kesenangan semata, namun juga dorongan untuk memperoleh uang secara instan, baik karena kebutuhan mendesak maupun sekadar memenuhi gaya hidup.
Kasus-kasus adiksi yang dirawat di RSCM ini menunjukkan urgensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan dukungan lebih bagi penderita.
Perlu ada upaya yang berkelanjutan dari pihak berwenang dan keluarga dalam membantu mereka yang terdampak adiksi ini agar dapat pulih dan terhindar dari dampak negatif judi online yang semakin meluas. (Azka Fahreza Antoni Putra)
Editor : Meitika Candra Lantiva