RADAR JOGJA – Yogyakarta saat ini sedang mengalami darurat sampah.
Persoalan sampah yang tak kunjung mereda sangat disayangkan oleh Isandar, seorang pengrajin wayang yang terbuat dari sampah.
Seniman asal Yogyakarta tepatnya Demangan ini melihat sampah sebgai sebuah peluang untuk menciptakan suatu karya seni seperti “Wayang Uwuh”.
Kata “Uwuh” berasal dari bahasa Jawa yang berarti sampah.
Karya Iskandar yang terbuat dari berbagai jenis sampah mulai dari botol plastik, kardus, kayu, seng serta kain perca saat ini sudah mendunia.
Semua ini bermula dari pengalamannya saat menjadi relawan di bantaran Sungai Ciliwung pada tahun 2013.
Ia menemukan banyak sekali sampah plastik dan kardus di sungai tersebut setelah banjir melanda.
Dari situlah Iskandar mulai mencoba-coba memanfaatkan sampah plastik dan kardus untuk membuat wayang.
Wayang Uwuh ini berbeda dengan wayng tradisional yang biasanya terbuat dari kulit sapi, wayang ini terbuat dari sampah plastik, kardus, botol, hingga sampah elektronik.
Iskandar mengatakan untuk membuat satu wayang dibutuhkan waktu yang berbeda, tergantung pada kesulitannya.
Untuk wayang yang sulit, maka waktu yang dibutuhkan bisa sampai berminggu-minggu.
Begitu pula untuk harganya juga tergantung pada kesulitannya, yakni mulai dari 25 ribu sampai lebih dari 1 juta.
Wayang Uwuh yang menjadi suatu karya Iskandar mulai menarik perhatian internasional.
Ia pertama kali memamerkan Wayang Uwuh yaitu di Jakarta bersama 16 seniman lain yang mewakili berbagai negara pada tahun 2013.
Di pameran tersebut ia mendapatkan berbagai respon positif, banyak kolektor dari berbagai negara tertarik untuk mengoleksinya.
Sejak saat itu, Wayang Uwuh tidak hanya dipamerkan di Jakarta saja, namun juga berbagai pameran di luar negeri Thailand, Prancis, China, Erop, Australia, serta Amerika Serikat.
Museum di Thailand yaitu Bangkok Art and Culture Centre bahkan menjadikan Wayang Uwuh sebagai bagian dari koleksi tetap mereka.
Selain produksi Wayang uwuh, Iskandar juga aktif dalam kegiatan edukasi.
Ia sering mengadakan workshop dan semar untuk meningkatkan kesadaran lingkungan bagi masyarakat terutama anak muda.
Iskandar berharap, karyanya dapat menginspirasi banyak orang untuk peduli pada isu sampah yang saat ini sedang mengahadapi darurat sampah. (Isti Nurul Hidayah)