Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Ita Martadinata Haryono kembali disorot Netizen, Ramai di X! Menguak Kasus Pembunuhan Tragis 1998

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 6 November 2024 | 22:48 WIB
Ita Martadinata Haryono yang terbunuh di tahun 1998.
Ita Martadinata Haryono yang terbunuh di tahun 1998.

RADAR JOGJA - Nama Ita Martadinata Haryono korban pembunuhan tragis pada tahun 1998 mencuat kembali sejak salah satu akun twitter @senjatanuklir yang menulis tentang kisahnya mendadak menjadi viral dan mengundang perhatian warganet.

Tweet ini berisikan caption “Say her name: Ita Martadinata Haryono. Ditikam, disiksa, disayat dibunuh di usia 18 tahun pada tahun 1998; seminggu sebelum ia berangkat ke Amerika Serikat utk memberkan kesaksian ttg pemerkosaan saat kerusuhan ’98.”

Pada postingannya tersebut, @senjatanuklir mengingatkan publik pada keberanian Ita yang bersedia memberikan kesaksian atas terjadinya peristiwa pemerkosaan massal yang menimpa 168 perempuan yang mana sebagian besarnya merupakan perempuan Tionghoa dan 20 di antaranya meninggal dunia.

Namun, belum sempat memberikan kesaksiannya pada kasus tersebut, sehari sebelum keberangkatannya pada Sidang PBB di New York, ia ditemukan tewas secara mengenaskan di rumahny.

Kejadian ini kemudian dianggap sebagai upaya pembungkaman agar korban takut dan tidak membuka suara.

Akun tersebut juga menambahkan “Ita, aku selalu ingat kamu karena hingga saat ini, kalau membicarakan pemerkosaan ’98, orang-orang menyanggah & menuduh itu berita bohong. Ita, pasti berat dan melelahkan, ya? Tapi jangan khawatir, perjuangan belum mati.”


Tweet ini membawa kembali duka serta kemarahan terkait belum adanya penyelesaian hukum terhadap kasus pemerkosaan massal dan pembunuhan Ita yang sudah berlalu lebih dari dua dekade.


Tweet yang sudah ditonton lebih dari 1,7 juta kali tayangan, 9.537 postingan ulang, 200 kutipan, serta lebih dari 36 ribu suka mendapat beragam tanggapan dari warganet.

Banyak yang mengungkapkan rasa duka dan empati mendalam atas perjuangan Ita, yang dinilai sebagai simbol keberanian bagi para penyintas.

Beberapa pengguna Twitter juga mengkritik lambatnya proses hukum yang tidak kunjung memberikan keadilan bagi para korban kerusuhan 1998.


“Dan ada yg bilang bahwa 98 bukan pelanggaran yg berat,” tulis warganet pada postingan tersebut.

"Ini hanya 1 dari sekian banyak korban pemerkosaan dan penjarahan waktu itu. Sangat menyedihkan, terutama klo mengingat waktu sekolah kita diberi tahu bhw Indonesia adalah negara yg orangnya ramah,” timpal warganet lainnya.


“This country has too many unresolved/unsolved murder cases, and ironically, they all (allegedly) involve the country official,” ucap salah satu akun X di kolom komentar postingan tersebut.


Warganet mengingatkan bahwa peristiwa tersebut bukan hanya sejarah kelam, tetapi juga merupakan peringatan untuk melawan ketidakadilan terhadap korban kekerasan seksual.


Hingga kini, kisah Ita Martadinata Haryono dan para korban lainnya masih terus disuarakan oleh sejumlah aktivis dan masyarakat yang menuntut keadilan.

Cuitan dari @senjatanuklir ini kembali menjadi refleksi bahwa tragedi Mei 1998 bukan sekadar sejarah, namun sebuah luka yang belum terobati dan menjadi pengingat bahwa perjuangan mencari keadilan belum berakhir. (Isti Nurul Hidayah)




Editor : Meitika Candra Lantiva
#Pembunuhan Tragis 1998 #Sidang PBB di New York #Ramai di X #korban #pembunuhan tragis #netizen #Disorot #kasus pembunuhan #Ita Martadinata Haryono #pemerkosaan massal #kisah #di Balik Kisahnya #Peristiwa