Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pencopotan Camat Baito, Sudarsono: Tindakan Pembinaan atau Dampak Kasus Guru Supriyani?

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 1 November 2024 | 18:29 WIB
Camat Baito, Sudarsono, SE. Foto :
Camat Baito, Sudarsono, SE. Foto :

RADAR JOGJA - Nasib buruk kini menimpa Sudarsono, Camat Baito, yang sebelumnya telah memberikan bantuan kepada Guru Supriyani dengan mengizinkannya tinggal di rumahnya demi keamanan.

Namun, kini Sudarsono telah dicopot dari jabatannya.

Sebelum pencopotannya, Sudarsono menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam masalah hukum yang dihadapi Guru Supriyani di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebagai camat, ia merasa perlu membantu Supriyani, yang merupakan warganya, tetapi tetap menyerahkan urusan hukum kepada proses peradilan yang berjalan.

Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga, menjelaskan bahwa pencopotan Sudarsono tidak berkaitan dengan keterlibatannya dalam mendampingi kasus Supriyani.

Menurut Bupati, pergantian ini dilakukan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Konsel, Ivan Ardiansyah, sebagai bentuk pembinaan kinerja.

Surunuddin menekankan bahwa keputusan untuk menarik Sudarsono ke staf Sekretariat Pemda bukan disebabkan oleh pendampingan yang sering ia lakukan terhadap Supriyani, melainkan terkait beberapa hal yang mengecewakannya, termasuk kurangnya laporan dari Sudarsono mengenai kasus yang viral di media sosial.

”Saya lihat sudah beredar di mana-mana. Tiba-tiba saya ditelepon (Sudarsono) mobil saya ditembak, ini kan parah, padahal kita belum bisa pastikan itu karena tembakan atau apa harus diuji dulu,” ujar Surunuddin Dangga.

Bupati juga mengkritik tindakan Sudarsono yang, saat diwawancarai, langsung mengklaim bahwa kerusakan pada mobil dinasnya disebabkan oleh penembakan.

Ia menyatakan bahwa hal ini dapat menimbulkan ketakutan di masyarakat dan berpotensi membuat daerah tersebut dianggap tidak aman.

”Yang saya sesalkan, saat wawancara (Sudarsono) memakai pakaian dinas mengatakan ditembak (mobil dinas Camat Baito), ini hal yang fatal,” jelas Surunuddin Dangga.

”Saya tidak mau daerah saya di Konawe Selatan dianggap rawan, Sehingga daerah Baito itu dianggap daerah gelap karena ada penembakan,” tambah Surunuddin Dangga.

Meskipun Sudarsono dicopot, Surunuddin menggarisbawahi bahwa pemerintah akan terus memberikan pendampingan kepada Guru Supriyani dalam menghadapi perkaranya di pengadilan.

”Pendampingan terhadap Supriyani adalah tugas dari pemerintah,” ucap Surunuddin Dangga.

Ia menambahkan bahwa setelah putusan pengadilan terkait kasus Supriyani dan Aipda Wibowo Hasyim, mereka akan berusaha mendamaikan kedua pihak karena keduanya adalah warga yang tinggal di Kecamatan Baito.

Sudarsono sendiri telah menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Konawe Selatan karena tidak melaporkan kejadian yang menimpa warganya. (Dimas Dwi Prihatmoko)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pembinaan #sudarsono #Camat Baito #konawe selatan #Kecamatan Baito #pendampingan #Pencopotan #dampak #satpolpp #pengadilan #Tindakan #Guru Supriyani #kasus