Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral: Razia Rumah Makan Padang di Cirebon Menuai Kontroversi di Media Sosial

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 1 November 2024 | 17:56 WIB
Razia rumah makan padang mendapat tanggapan dari seorang influencer.
Razia rumah makan padang mendapat tanggapan dari seorang influencer.

RADAR JOGJA - Restoran Padang menjadi sorotan publik setelah salah satu kelompok ormas mengadakan razia yang viral di media sosial.

Razia ini dilakukan oleh organisasi bernama Persatuan Rumah Makan Padang Cirebon (PRMPC), yang berpendapat bahwa pengelola rumah makan Padang seharusnya berasal dari suku Minang.

Peristiwa razia tersebut terjadi di sebuah rumah makan Padang di wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Aksi razia ini diduga dilakukan karena restoran tersebut menjual makanan dengan harga lebih murah, yang dianggap dapat merusak citra kuliner Minang.

Biasanya, satu porsi nasi Padang lengkap dengan sayur dan lauk dijual seharga sekitar Rp 18-20 ribu.

Karena itu, ormas ini menggelar razia agar penjual makanan Padang tidak mematok harga yang terlalu rendah, demi menjaga stabilitas harga di kalangan pengusaha restoran Padang.

Sementara pemilik rumah makan mengaku kaget saat tiba-tiba didatangi sekelompok orang Minang tersebut.

Mereka diberi dua pilihan, tetap berjualan dengan harga Rp 10.000 dengan konsekuensi kata "masakan padang" harus dihilangkan atau kata "masakan padang" tetap dipakai tapi harus mengikuti harga yang telah ditentukan oleh sekelompok orang minang tersebut.

Setelah kejadian tersebut viral, salah seorang influencer memberikan tanggapan lewat akun Tiktok @mandyedeniaa.

Dalam video tersebut, Mandy mengkritik tentang peristiwa razia rumah makan Padang yang mengharuskan semua yang memasak di restoran tersebut haruslah orang Minang asli.

Dia berargumen bahwa setiap orang berhak mencari rezeki dengan keahlian mereka, terlepas dari asal usul.

Dia menyatakan bahwa kemampuan memasak tidak bergantung pada etnis dan mencontohkan bahwa kasir di toko pun tidak harus berasal dari pemiliknya.

Pesan inti adalah bahwa yang penting adalah kehalalan dan kualitas makanan, bukan siapa yang memasaknya.

"Ada lagi nih ya kan, katanya razia rumah makan padang yang masak di rumah makan padang harus asli orang padang kagak boleh cpn, campuran dikit kagak boleh, harus padang tok gitu maksudnya? nggak bisa gitu pak orang namanya cari rezeki mah apaan aja, kalau misalkan emang dia jago bikin rendang gimana? misalkan dia lebih jago bikin rendang daripada emaknya malin kundang gimana?," ucap Mandy dalam video tersebut.

"Namanya chef, namanya tangan, namanya masak terserah selera orang. Ada yang suka makanan encer, ada yang suka makanan kucing, ada yang suka makan makanan orang terserah," tambah Mandy.

"Terus kalau misalkan saya belanja ke alfa ternyata kasirnya bukan keluarga yang punya alfa bagaimana? orang kagak dapat kerja dong kalau begitu ceritanya kagak makan dong, serah dah kerja apaan yang penting halal pak," pungkasnya. (Dimas Dwi Prihatmoko)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#orang minang #ormas #influencer #Viral #kontroversi #rumah makan padang #Razia #media sosial #Razia Rumah Makan Padang di Cirebon #TikTok