Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sembrono! Pemuda Kabupaten Pangkep Tewas Tertusuk Badik Saat Melakukan Prosesi Adat Angngaru di Sulawesi Selatan

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 30 Oktober 2024 | 22:36 WIB
Terlihat korban mengarahkan ujung badik yang runcing ke bagian dadanya.
Terlihat korban mengarahkan ujung badik yang runcing ke bagian dadanya.

RADAR JOGJA - Nasib tragis menimpa seorang pemuda bernama Fajar (18) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang tewas akibat terkena senjata tajam badik saat melaksanakan prosesi adat.

Insiden ini terjadi pada Selasa (29/10) di halaman rumah Dg Ngiling, Kampung Malise, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Berdiri tenda yang ukurannya besar. Banyak orang, pria dan wanita berpakaian rapi.

Mereka tengah menunggu kedatangan calon mempelai pria yang hendak melangsungkan akad nikah.

Segala persiapan pun telah dilakukan. Termasuk tradisi angngaru untuk menyambut rombongan.

Dalam rangkaian penyambutan, Fajar mempersembahkan tradisi Angngaru dengan menggunakan senjata tajam jenis badik pada saat penjemputan pengantin mempelai laki-laki pada acara pesta pernikahan di Kampung Malise.

Saat acara berlangsung, Fajar mengarahkan ujung badik ke dadanya sambil terus angngaru di depan rombongan calon mempelai pria.

Tangan kirinya memukul punggung tangan kanannya yang memegang badik, yang ujungnya masih menempel di jas tutupnya.

Ketika hendak berusaha berdiri dari posisi jongkok, ia oleng ke sebelah kanan, tepat di dekat beberapa orang keluarga calon mempelai wanita.

Badik pun masih di tangannya. Tak lagi kuasa berdiri, ia kembali berjongkok dan hendak memasukkan badik ke dalam sarungnya membuat para hadirin panik.

Kejadian tragis ini berlangsung sekitar pukul 11.00 WITA.

Saksi mata, termasuk ayah korban, Hartono Dg Nyonri, dan tetua adat, Dg Lallo, menyaksikan kejadian tragis ini.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Pundata Baji untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, dalam perjalanan menuju puskesmas, nyawa Fajar tidak dapat diselamatkan.

Korban meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan.

Kapolsek Labakkang Iptu Aidil Akbar, membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa insiden ini kemungkinan besar disebabkan kurangnya kehati-hatian saat Fajar melakukan prosesi Angngaru.

“Mungkin kurang berhati-hati saat mangngaru waktu menjemput mempelai pria di acara pesta pernikahan,” ujar Aidil.

Untuk diketahui, Tradisi Angngaru sering diadakan dalam penyambutan tamu dan berbagai upacara adat seperti pernikahan, tradisi ini menjadi bagian penting dari budaya Bugis di Sulawesi Selatan. Nama Angngaru sendiri berasal dari kata dasar "aru," yang berarti sumpah.

Secara historis, Angngaru merupakan ikrar yang diucapkan oleh masyarakat Gowa di masa lalu sebagai tanda penghormatan dan kesetiaan.

Biasanya, tradisi ini dilakukan oleh seorang abdi kepada rajanya sebagai bukti loyalitas, atau oleh raja sebagai simbol perlindungan bagi rakyatnya. (Dimas Dwi Prihatmoko)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kapolsek Labakkang #masyarakat Gowa #Prosesi Adat Angngaru #badik #korban #senjata tajam #Pemuda Kabupaten Pangkep Tewas Tertusuk Badik #tragis #insiden #tradisi #sulawesi selatan