RADAR JOGJA – Warga Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Jambi digemparkan dengan kejadian mengerikan yang menimpa seorang pria bernama Residi (30), warga Muaro Lolo, Kecamatan Bukit Kerman.
Ia mengalami luka serius di bagian kepala setelah diserang oleh seekor Harimau Sumatra di kawasan Masgo, pada Rabu (23/10/2024)dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Kejadian ini menjadi sorotan setelah foto korban tersebar di media sosial Facebook.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, seorang warga memperingatkan masyarakat Masgo agar lebih berhati-hati dan menghindari bekerja sendirian di kebun atau ladang.
"Korban diserang harimau di Desa Masgo. Hati-hati, jangan bekerja sendirian," tulisnya.
Ia juga meminta agar masyarakat desa selalu waspada, terutama setelah insiden yang terjadi malam itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Residi dan seorang rekannya sedang memanen kulit kayu di daerah Masgo Kecil.
Mereka mendirikan tenda darurat dari terpal untuk beristirahat di malam hari.
Namun, sekitar pukul 03.00 WIB, seekor harimau liar menyerang mereka, melukai Residi di bagian kepala.
Usai serangan tersebut, korban segera dilarikan ke Puskesmas Lempur untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Kepala Seksi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah I Kerinci, David, menyatakan bahwa petugas sudah berada di lokasi untuk menyelidiki insiden tersebut.
"Petugas kami sudah berada di lokasi dan telah bertemu dengan korban, namun informasi lengkap mengenai kejadian ini masih kami kumpulkan," ujar David.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menanggapi peristiwa penyerangan harimau dan manusia yang terjadi di Kabupaten Kerinci.
"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak kehutanan, khususnya dengan Pak Udin, mengenai kejadian tersebut. Mereka menginformasikan bahwa tim sudah menuju ke lokasi kejadian di Masgo," ungkap Ivan saat dihubungi, Rabu (23/10/24).
Serangan harimau ini mengingatkan kembali akan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan yang menjadi habitat satwa liar, terutama harimau yang semakin terdesak oleh perambahan hutan dan aktivitas manusia.
Warga diimbau untuk selalu berhati-hati dan tidak bekerja sendirian di area yang berisiko. (M. Akmaluddin Fahmi)
Editor : Meitika Candra Lantiva