Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Pelecehan Seksual Guru Ngaji Kepada Santrinya di Bekasi: Begini Cerita Ibu Salah Satu Korban, Bongkar Kelakuan Bejat Pelaku!

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 27 September 2024 | 18:28 WIB
Ilustrasi kasus asusila.
Ilustrasi kasus asusila.

RADAR JOGJA - Seorang guru ngaji di Pondok Pesantren Al-Qona'ah di Desa Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, diduga terlibat kasus pelecehan seksual yang dilakukan berulang kali terhadap beberapa santri.

Kasus ini terungkap ketika salah satu korban menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.

Santri itu menyatakan ingin berhenti mengaji setelah mengalami pelecehan berulang kali oleh gurunya.

TM, ibu korban, menjelaskan bahwa anaknya telah menjadi korban tindakan tidak senonoh oleh guru tersebut sebanyak empat hingga lima kali.

TM memutuskan agar anaknya berhenti mengaji di pondok pesantren tersebut setelah mengetahui kejadian ini.

"Saya gak terima itu kan guru ngaji, nah denger gitu saya bilang udah mulai sekarang nyai jangan ngaji hari ini juga berhenti," ucap dia.

Dari pengakuan anaknya, kata TM, oknum guru ngaji tersebut melakukan pelecehan seksual dan kejadian itu berlangsung di kamar. 

"Kalau untuk pengakuan adalah empat sampai lima kali, ya kalau pengakuan anak saya ya sebatas itu aja. Modusnya itu masuk ke kamar begitu aja," kata dia.

Selain itu, menurut pengakuan anaknya, ada lima korban lain yang juga mengalami pelecehan serupa, termasuk seorang korban yang sempat hamil namun janinnya digugurkan.

"Kalau cerita anak-anak ada 5 orang. Kalau pengakuan anak-anak semua ya ada, bahkan ada teman curhatnya anak saya itu hamil gitu, yang pertama cerita temennya digugurin. Pengakuan anak sih sejak kelas 1 SMP sekarang sudah kelas 1 SMA," ungkap dia.

Kepala Desa Karangmukti, Sumardi, mengonfirmasi adanya laporan pelecehan tersebut.

Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Bekasi dan menjalani proses visum di RSUD Kabupaten Bekasi.

Pemerintah desa bersama pihak keamanan setempat terus memantau situasi agar tetap kondusif dan mencegah terjadinya tindakan anarkis akibat kemarahan warga terhadap kasus ini. (Dimas Dwi Prihatmoko)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pondok pesantren #pelecehan seksual #guru ngaji #Pondok Pesantren Al Qonaah #korban #kelakuan bejat #hamil #Pelecehan Seksual Guru Ngaji Kepada Santrinya di Bekasi #bekasi #pelaku #kasus