Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengulik Mitos Kepuhunan, Larangan Menolak Makanan di Kalimantan: Mengapa Menolak Makanan Bisa Membawa Sial? Ini Penjelasannya..

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 17 September 2024 | 23:29 WIB
Orang asli Kalimantan.
Orang asli Kalimantan.

RADAR JOGJA – Kalimantan, atau sering disebut Borneo, merupakan pulau terbesar ketiga di dunia yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Sulawesi.

Pulau ini terkenal dengan hutan hujan tropis yang sangat luas, yang menghasilkan sumber daya alam berupa hasil hutan yang melimpah.

Kalimantan juga dikenal dengan julukan "Pulau Seribu Sungai" karena banyaknya sungai besar yang mengalir di seluruh wilayahnya.

Selain keindahan alamnya, Kalimantan juga dihuni oleh beragam suku, seperti Suku Dayak, Suku Banjar, Suku Kutai, Suku Melayu, Suku Tidung, Suku Bugis, Suku Bulungan, dan banyak lagi.

Keberagaman ini membuat Kalimantan kaya akan tradisi dan budaya yang unik. Salah satu kepercayaan yang masih diyakini oleh masyarakat asli Kalimantan, terutama Suku Dayak, adalah tentang mitos kepuhunan atau pahuni.

Kepuhunan/pahuni adalah kepercayaan bahwa menolak makanan yang ditawarkan oleh orang lain dapat membawa sial, bahkan menyebabkan kecelakaan atau penyakit.

Mitos ini sangat dihormati di Kalimantan, khususnya oleh suku-suku asli, sebagai bentuk adat istiadat yang mengajarkan tata krama dalam menerima jamuan.

Makanan tertentu seperti kopi, ketan, dan wadi sejenis makanan khas Kalimantan yang terbuat dari ikan fermentasi diyakini memiliki pengaruh kuat jika ditolak.

Namun, jika seseorang merasa terlalu kenyang atau tidak mampu memakan lebih banyak, ada cara sopan yang dapat dilakukan untuk menghindari kepuhunan.

Cukup dengan mengambil sedikit makanan atau menyentuhnya sambil mengucapkan kata "SAPULUN" atau "PUSE-PUSE".

Ungkapan ini berarti bahwa seseorang telah menerima tawaran makanan tersebut, meskipun hanya sedikit, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada pemberi jamuan.

Baca Juga: Botol Bekas Jadi Karya Seni: Kreasi Unik Mendaur Ulang Botol Bekas Jadi Pot Tanaman Estetis, Begini Caranya

Tradisi ini bukan hanya tentang menghindari kesialan, tetapi juga mencerminkan budaya saling menghormati dan menjaga hubungan baik antar sesama.

Dalam masyarakat Kalimantan, menolak jamuan tanpa alasan yang jelas dianggap kurang sopan, sehingga penting untuk menghargai setiap bentuk pemberian, sekecil apapun. (Putri Gesa Yanuarizki)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#hutan hujan tropis #keberagaman suku di Indonesia #suku dayak #Mengulik Mitos #suku #kalimantan #Borneo #Ungkapan #mitos kepuhunan #adat istiadat