Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Tradisi Unik untuk Menjaga Alam dan Ungkapan Terima Kasih kepada Bumi dari Berbagai Daerah di Indonesia

Iwa Ikhwanudin • Senin, 12 Agustus 2024 | 20:55 WIB
Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba yang Dilakukan Masyarakat Sunda.  (kemenparekraf.go.id/dani daniar)
Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba yang Dilakukan Masyarakat Sunda. (kemenparekraf.go.id/dani daniar)

RADAR JOGJA-Indonesia dengan keberagaman budaya dan suku bangsa yang kaya, memiliki sejumlah tradisi unik yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu aspek menarik dari tradisi-tradisi ini adalah hubungan eratnya dengan alam dan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Tradisi budaya ini bertujuan sebagai ungkapan terima kasih kepada bumi dan salah satu bentuk ungkapan syukur atas segala yang telah diberikan setiap harinya. Tradisi ini telah dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia secara turun-temurun.

Mari kita telusuri beberapa tradisi unik dari berbagai daerah di Indonesia yang mencerminkan rasa syukur dan penghormatan terhadap Bumi.

1. Tradisi Wiwitan (Jawa)

Tradisi Wiwitan merupakan salah satu upacara adat Jawa yang dilakukan sebelum masa panen padi. Masyarakat Jawa percaya bahwa Dewi Sri adalah dewi padi yang harus dipuja dan dihormati. Melalui tradisi ini, mereka mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah dan memohon perlindungan agar panen selanjutnya tetap berkah.

2. Festival Jatiluwih (Bali)

Desa Jatiluwih di Bali terkenal dengan keindahan Subak Jatiluwih yang telah diakui oleh UNESCO pada 2012 sebagai warisan budaya tak benda. Festival Jatiluwih merupakan perayaan tahunan yang memadukan unsur budaya dan kesenian tradisional. Acara ini bertujuan untuk ungkapan syukur atas kesediaan pangan di Bumi, terutama padi.

3. Ngertakeun Bumi Lamba (Jawa Barat)

Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba merupakan upacara adat Sunda yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam. Dalam tradisi ini, masyarakat Sunda melakukan ritual khusus dengan menitipkan tiga gunung yaitu Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Wayang, dan Gunung Gede sebagai paku alam (diperlakukan sebagai tempat suci). Upacara ini mengandung pesan mendalam tentang pentingnya hidup harmonis dengan alam dan menjaga kelestarian lingkungan.

4. Paca Goya (Tidore)

Paca Goya adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Kalaodi, Tidore. Tradisi ini bertujuan untuk membersihkan tempat-tempat keramat dan sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah. Masyarakat Tidore percaya bahwa menjaga alam adalah kewajiban setiap individu dan mereka memiliki sumpah Bobeto yang melarang siapa pun merusak alam. Bobeto artinya “siapa merusak alam, akan dirusak alam”.

Baca Juga: Hewan Unik Kepik Emas, Serangga yang Keberadaannya Makin Langka: Ternyata Memiliki Harga Jual Tinggi, Segini Harganya

5. Buka Egek (Papua)

Suku Moi di Papua memiliki tradisi unik yang disebut Buka Egek. Tradisi ini mengatur pemanfaatan sumber daya alam dengan bijaksana. Ada periode-periode tertentu atau antara 6-12 bulan, di mana eksploitasi sumber daya alam tertentu dilarang agar sumber daya tersebut dapat pulih dan lestari.

Tradisi-tradisi di atas mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat relevan dengan tantangan lingkungan yang kita hadapi saat ini. Dengan memahami dan melestarikan tradisi-tradisi ini, kita dapat berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.*

(Novianti Fitri Nadilah)
Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#bumi lamba #tradisi merawat bumi #Ngertakeun Bumi Lamba #Wiwitan #Jatiluwih #buka egek #Paca Goya