RADAR MALIOBORO - Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor membuka Klinik Adiksi Perilaku.
Ini menjadi poliklinik eksekutif.
Tujuannya untuk menangani pasien dengan gangguan perjudian dan kecanduan lainnya seperti game, seks, dan pornografi.
Langkah ini diambil untuk merespon lantaran meningkatnya jumlah pasien kecanduan judi online sepanjang tahun 2024.
Mirisnya tidak hanya orang dewasa, judi online juga dilakukan remaja dan anak-anak.
Dilansir dari laman website Sehat Negeriku, layanan pemulihan pasien mencakup konseling individu, konseling keluarga/pasangan, rawat inap, rawat dan rawat jalan dengan terapi seperti Cognitive Behavior Therapy (CBT) dan Motivational Interviewing (MI).
Layanan di Klinik Adiksi Perilaku berfokus pada pemulihan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.
Metode CBT membantu pasien mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif yang mendorong perilaku adiktif, sementara MI digunakan untuk meningkatkan motivasi pasien dalam proses pemulihan.
Untuk layanan rawat inap dilakukan selama 28 hari, pasien rawat inap diperuntukan bagi orang-orang yang sudah kecanduan parah dengan judi online bahkan sudah mengganggu kehidupannya.
“Untuk pertimbangan rawat jalan, alasannya mereka masih bekerja dan menjalankan fungsi perannya. Sedangkan, alasan rawat inap itu gangguan perjudian sudah mengganggu dirinya sendiri termasuk aktivitas keseharian, terlilit utang piutang, kecemasan berlebihan juga terlibat kriminalitas,” ungkap dr Noriyu, dikutip dari sehatnegriku.kemkes.go.id
Data menunjukkan adanya peningkatan kunjungan pasien akibat judi online sepanjang tahun 2024.
Klinik ini juga melibatkan keluarga dalam proses terapi untuk memberikan dukungan yang diperlukan, kebanyakan pasien pecandu judi online yang datang ke PKJN RS Marzoeki Mahdi karena adanya dorongan dari keluarga.
“Ada 19 kunjungan pasien. Pada bulan Februari, ada 2 kunjungan, Maret ada 4 kunjungan, April ada 1 kunjungan, Mei itu ada 9 kunjungan dan Juni terdapat 3 kunjungan pasien. Semua pasien pengunjung ini berjenis kelamin laki-laki,” ungkap dr Noriyu.
Pemerintah dan berbagai lembaga juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya judi online.
Upaya ini termasuk kerja sama dengan penyedia layanan keuangan untuk memblokir transaksi terkait judi online serta peningkatan regulasi dan penegakan hukum terhadap situs judi ilegal.
Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kasus judi online di Indonesia yang terus meningkat. (Novianti Fitri Nadilah)