Fenomena ini akan ditandai dengan munculnya rasa dingin pada malam hari hingga terasa menggigil sampai pagi hari.
Dilansir dari Radar Banyuwangi, fenomena ini dikarenakan Australia sedang berada pada periode musim dingin.
Tekanan udara yang sangat tinggi di Australia membuat pergerakan massa udara melintas di Indonesia.
Menurunnya suhu akan mulai terjadi saat memasuki awal kemarau, yaitu saat Juni hingga Juli.
Disaat siang hari udara akan terasa panas, dan saat malam hari akan terasa sangat dingin sekali.
Hal tersebut ditunjukkan oleh pergerakan angin dari timur, Australia menuju Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.
Pada Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara memiliki sedikit awan dan curah hujan pada saat malam hari.
Karena tidak adanya air dan uap air membuat permukaan bumi lebih cepat melepaskan panas.
Perbedaan tekanan udara antara Selatan dan Utara Khatulistiwa membuat perubahan suhu menjadi lebih dingin pada beberapa wilayah di Indonesia, seperti Banyuwangi.
Terkait dengan fenomena ini, masyarakat dihimbau untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, mengurangi aktivitas yang terlalu berat.