Erupi mencapai 300 meter di atas puncak, kurang lebih sekitar 1884 meter di atas permukaan laut.
Menurut laporan Magma ESDM saat erupsi berlangsung kolom abu yang teramati terlihat tebal dan berwarna kelabu hingga coklat ke arah utara.
Dilansir dari Tribata News, Magma ESDM memberikan himbauan kepada masyarakat maupun wisatawan untuk selalu mengikuti arahan dari Pemda agar tidak melakukan aktivitas apapun di radius 2 km dari pusat erupsi.
Selain itu masyarakat di himbau untuk tidak mempercayai isu – isu yang belum tentu kebenarannya.
Bagi masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki diimbau untuk selalu mewaspadai apabila terjadi potensi banjir lahar terutama di aera sungai-sungai yang berhulu di area puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika ada hujan dengan intensitas yang tinggi.
Banjir lahar hujan adalah aliran lumpur panas yang mengalir di lereng gunung akibat bercampurnya air hujan dengan material vulkanik.
Informasi ini penting untuk diketahui oleh masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Dengan mengikuti imbauan dari Magma ESDM, masyarakat dapat terhindar dari bahaya erupsi gunung api dan potensi bencana lainnya.
Editor : Bahana.