Letusan terjadi sekitar Senin (27/5) sekitar pukul 03.03.
Menyebabkan hujan abu dan pasir turun ke permukiman warga dan pos pengamatan gunung api di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat.
Baca Juga: Simak Baik-Baik! Ini Dia 3 Kebiasaan yang Tidak Dilakukan Orang Sukses saat Istirahat Makan Siang
“Setelah enam hari tidak mengalami erupsi, Gunung Ibu kembali erupsi dengan ketinggian 6.000 meter,” ujar Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, pada Senin (27/5).
Awan abu dengan intensitas ketebalan condong ke arah barat.
Pada catatan seismogram, memiliki amplitude maksimum 28 milimeter dan durasi selama 237 detik.
Baca Juga: Takluk 3-0 dari Persib di Leg Pertama, Madura United Akui Kehilangan Fokus
“Lontaran lava pijar mencapai jarak satu kilometer dari pusat erupsi ke lereng Gunung Ibu arah barat laut sampai selatan,” ujar Muhammad Wafid.
Badan Geologi telah menerbitkan peringatan Volcano Observation Notice for Aviation (VONA) dengan kode merah bagi wilayah area Maluku Utara.
Layanan VONA juga memberi informasi kepada pilot, operator, manajer lalu lintas udara, hingga ahli meteorologi terkait dengan sebaran abu vulkanik demi keamanan saat penerbangan.
Baca Juga: Para Ibu Wajib Tahu! Begini Cara Ampuh Mengatasi Anak Sulit Makan
Wafid juga menjelaskan bahwa Gunung Ibu berstatus awas atau level IV sejak tanggal 16 Mei 2024 hingga hari ini.
Masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas pada radius empat kilometer dan perluasan sektoral dengan jarak tujuh kilometer ke arah bukaan kawah pada bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
“Seluruh pihak agar menjaga konduktivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” terang Wafid.