Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Renungkan Keagungan Sang Buddha, Kirab Waisak Ini Dimulai dari Candi Mendut Menuju Candi Borobudur Magelang

Naila Nihayah • Kamis, 23 Mei 2024 | 22:57 WIB
LAKU SPIRITUAL: Para biksu dan umat Buddha mengikuti kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, Kamis (23/5/2024). 
LAKU SPIRITUAL: Para biksu dan umat Buddha mengikuti kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, Kamis (23/5/2024). 

MUNGKID - Sedari siang, puluhan ribu umat Buddha dari seluruh Indonesia memadati Candi Mendut untuk mengikuti prosesi kirab Waisak menuju Candi Borobudur.

Kirab yang dimaknai sebagai meditasi berjalan itu merupakan suatu prosesi dalam rangka perenungan dari perjalanan serta keagungan Sang Buddha.

Sebelum berangkat, para biksu dan umat Buddha membaca paritta, mantra, dan sutra terlebih dahulu di altar utama Candi Mendut.

Barulah sekitar pukul 14.00 WIB, kirab mulai berjalan menyusuri Jalan Mayor Kusen, Mungkid, melewati simpang tugu Soekarno-Hatta menuju Jalan Bala Putera Dewa, dan masuk ke kompleks candi melalui pintu 7.

Sepanjang jalur itu, banyak warga yang sudah berjajar memenuhi sisi kanan- kiri jalan raya.

Sebab perayaan Waisak menjadi satu momentum yang dinanti-nanti oleh warga setempat.

Mereka tak segan mengabadikan prosesi kirab itu melalui ponsel masing-masing.

Kirab ini dilakukan untuk mengiringi api dharma dan air berkah yang sebelumnya telah disakralkan di Candi Mendut.

Selain itu, terdapat sejumlah mobil hias dan personel marching band.

Lalu, disusul oleh pembawa bendera, hasil bumi, para biksu, umat Buddha, hingga barisan kesenian.

Koordinator Prosesi Kirab Waisak Nasional 2568 BE/2024 Winarni Harsono mengutarakan, prosesi kirab ini melambangkan perjalanan spiritual Sang Buddha.

Terutama ketika mencari jalan keluar dari dukkha menuju pencerahan Agung.

Para biksu dan umat Buddha berjalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.

Dalam barisan kirab, ada simbol-simbol Buddhis seperti Relik Buddha, Roda Dharma, Pataka, api dharma, air Bberkah, dan berbagai sarana puja.

"Umat Buddha yang tergabung dari berbagai sangha bersatu dalam Dharma ajaran Sang Buddha melalui prosesi Waisak nan hikmat dan sakral," bebernya, Kamis (23/5/2024).

Melalui prosesi kirab ini, dia berhara, dapat memperkuat semangat dan kesatuan umat Buddha di Indonesia.

Serta sebagai wujud penghormatan terhadap ajaran Buddha dan sejarah perkembangan agama Buddha di Indonesia.

Setelah rombongan prosesi kirab Waisak tiba di Candi Borobudur, akan dilakukan persembahan puja di altar utama Candi Borobudur terlebih dahulu.

Sebelum melakukan ritual peribadatan menyambut detik-detik Waisak pada pukul 20.52.42.

Dirjen Bimas Buddha, Kemenag RI Supriyadi mengutarakan, kirab ini menjadi sarana perjalanan spiritual untuk memaknai tiga candi yang ada di sekitar Borobudur.

Sebab ada rangkaian yang tidak dapat terpisahkan antara Candi Mendut, Pawon, dan Borobudur.

Di tahun-tahun sebelumnya, prosesi kirab Waisak selalu diawali dari Candi Mendut, menuju Candi Pawon, dan berakhir di Candi Borobudur.

"Namun, saat ini karena mempertimbangkan banyak hal, sehingga (kirab) sudah tidak lagi singgah ke Candi Pawon. Tapi, tetap melewati jalur di sekitar Candi Pawon," jelasnya.

Ada sejumlah sarana yang diarak menuju Candi Borobudur. Seperti air berkah dan api dharma yang sebelumnya telah disemayamkan di Candi Mendut.

"Diarak dengan sepenuh hati dan ketenangan. Itulah yang dinamakan meditasi berjalan," sambungnya.

Setiap langkah yang ditempuh pada meditasi berjalan itu, kata dia, dilakukan sembari merenungkan kebenaran luhur dari ajaran Sang Buddha.

Begitu kirab tiba di Candi Borobudur, seluruh persembahan puja akan diletakkan di altar. Seperti air, api, bunga, dupa, dan pelita. (aya)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#paritta #Candi Borobudur #kirab #Meditasi #biksu #candi mendut #Magelang #umat #perjalanan #keagungan #puluhan ribu #buddha #memadati #waisak #Prosesi #perenungan #Indonesia