RADAR JOGJA-Seorang pelajar SD bernama Arya (13 tahun) asal Kota Cirebon, Jawa Barat mengalami depresi berat usai handphone hasil tabungan miliknya dijual oleh ibunya.
Sang ibu, Siti Anita (48 tahun) mengaku bahwa dirinya terpaksa menjual handphone milik anaknya tersebut demi memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Hal itu lantaran sang suami yang bekerja di luar kota sudah tidak memberikan nafkah sejak 8 bulan terakhir.
Setelah hp miliknya dijual oleh ibunya, Arya mulai menunjukkan perilaku yang tidak seperti biasanya. Anak pertama dari tiga bersaudara tersebut jadi lebih sering melamun dan emosinya sering tidak bisa terkontrol.
Bahkan, pernah beberapa kali Arya kedapatan tengah melempar barang-barang yang ada di rumahnya. Melihat kondisi anaknya tersebut, kemudian Siti mencoba untuk membawa Arya untuk dilakukan ruqyah. Namun usahanya tersebut tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Enak Pol! Ini Dia 3 Bakery di Jogja yang Wajib Banget Dikunjungi Jika Kamu Sedang Berburu Kue
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Arya dinyatakan menderita depresi. Namun, karena terhalang kondisi ekonomi, ibunya tidak mampu untuk membawa Arya berobat secara rutin ke dokter.
Diketahui, kondisi Arya mulai berubah sejak setahun yang lalu, yakni saat dirinya duduk di bangku SD kelas 6. Saat itu dirinya sering memukul meja-meja di kelasnya hingga membuat teman-temannya takut. Sehingga keluarganya memutuskan untuk menghentikan sekolahnya. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin