Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWDM) DIY: Beda Pandangan Tentang Musik Boleh, tapi Jangan Mengkafirkan

Gunawan RaJa • Senin, 13 Mei 2024 | 14:57 WIB
Aktivis Muda Muhammadiyah Provinsi DIY Arif Darmawan
Aktivis Muda Muhammadiyah Provinsi DIY Arif Darmawan

JOGJA - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Jogjakarta Arif Darmawan menegaskan bahwa bermain musik itu boleh. Jika beda pandangan jangan menghujat, apa lagi mengkafirkan.

"Kehadiran sosial media bagi sebagian orang justru di gunakan untuk menghujat, mencaci, bahkan sampe tahap mengkafir-kafirkan sesama muslim," kata Arif Darmawan pada Senin (13/5/2024).

Baca Juga: Pertama Digelar di Kulon Progo, TalentKids Competition Hadirkan Lomba Angklung dan Tari

Pernyataan PWPM Jogja itu merespon komentar akun facebook Maryono al-atsary yang menuding Ustaz Adi Hidayat (UAH) kafir atas pandangannya tentang musik dalam Islam. 

"Tidak elok rasanya jika merasa paling benar, justru jika sudah merasa paling benar sungguh itu dekat dengan sikap sombong dan angkuh," ujarnya.

Arda sapaan akrabnya, mengajak agar umat Islam terus belajar tentang menghargai perbedaan pandangan. Jangan pernah merasa ilmu yang dimiliki adalah yang paling benar emahamannya. 

Baca Juga: Nelayan di Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul, DKP Gunungkidul Sediakan Surat Rekomendasi Nelayan, Menyikapi Keran Ekspor Benih Lobster Kembali Dibu

"Bukankah daya pikir kita ini terbatas sedangkan ilmu Allah itu sangat luas," ucapnya.

PWPM Provinsi Jogjakarta sendiri memilih tak mau memperpanjang persoalan tersebut. Ketimbang membawa ke jalur hukum, lebih elegan menempuh jalur lain.

"Ndak ada (upaya hukum) kita lebih memilih untuk terus menyampaikan hal hal yang baik saja," jelasnya.

Baca Juga: Semakin Banyak Muslim Indonesia Berhaji, Haedar Nashir : Harapannya Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan Tak Terjadi

Dia mengingatkan, semakin tinggi ilmu seseorang harusnya makin cinta dengan sauadara sesama muslim, bukan justru malah terus menebar kebencian dan cacian ke sesama muslim.

"Perbedaan masalah fiqih atau muamalah adalah hal yang lumrah dalam islam," tegasnya.

Kata dia, yang tidak elok adalah tidak bisa menerima perbedaan itu bahkan sampe ke tahap mengkafirkan. Hal-hal seperti ini justru tidak baik.

Masyarakat akan menilai sendiri.

"Bagi kami di Pemuda Muhammadiyah terus saja menebar kebaikan dan terus berlomba-lomba dalam kebaikan," terangnya.

Pemuda Muhammadiyah memilih fokus untuk melaksanakan program-program, diantaranga sukses 100 persen cabang di seluruh DIY, dan 60 persen ranting di seluruh DIY. 

Baca Juga: Erik Ten Hag Mengibaratkan Melatih Manchester United Seperti Berenang dengan Tangan Yang Terikat

"Serta meningkatkan kualitas semangat dakwah di masjid-masjid Muhammadiyah," bebernya.

Sebagaimana diketahui Maryono al-atsary dalam akun facebooknya mengkafirkan Ustaz Adi Hidayat karena pandangannya tentang musik. Ustaz Adi dianggap menghina sunnah dan ulama sunnah. UAH dianggap mencela sunnah dan mahaj dalam ceramah-ceramahnya. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#mulyono #kafir #Musik