Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jemaah Calon Haji Asal Indonesia Mulai Diterbangkan 12 Mei, Begini Lima Pesan Ketum PP Muhammadiyah

Bahana. • Minggu, 12 Mei 2024 | 21:10 WIB

 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

RADAR JOGJA - Jemaah Calon Haji (JCH) dari Indonesia telah mulai diterbangkan ke tanah suci dan dilepas secara simbolis oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Minggu (12/5).

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berharap semakin banyak kaum muslim berhaji semakin tertanam kebaikan, utamanya korupsi atau segala perbuatan buruk tidak terjadi di negeri ini.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, meraih haji mabrur berarti semakin tertanam kebaikan-kebaikan yang utama selama prosesi sampai pulang ke tempat masing-masing.

"Mabrur itu segala kebaikan yang digariskan syariat Islam dan yang menjadi kebaikan umum yang dibenarkan syariat," katanya Minggu (12/5).

Haedar menjelaskan berhaji yang mabrur bukan hanya selama prosesi ibadahanya, tetapi tidak kalah penting sesudahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila selama haji dilarang mengucapkan ujaran yang rafas (jorok), fusuq (inkonsisten, khianat), dan jadal (bertengkar) maka dalam kehidupan sehari-hari setelah berhaji perangai buruk tersebut sejatinya juga tidak dilakukan.

"Termasuk dalam bermedia sosial dan interaksi sosial lainnya. Semakin banyak kaum muslim berhaji, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, perusakan sumberdaya alam, dan segala perbuatan buruk tidak terjadi di negeri ini," ujarnya.

Menurutnya, ibadah haji berat prosesnya yang memerlukan istita’ah secara fisik termasuk kesehatan, selain kesiapan ruhani.

Seluruh proses dinilai dapat dijalani dengan hati tuma’ninah bilamana dilandasi dengan keikhlasan.

"Haji bukanlah gelar dan atribut, tetapi ibadah rukun Islam kelima, yang menuntut kepasrahan kepada Allah dalam menunaikannya untuk meraih ridha dan karunia Allah SWT. Disertai segala kegiatan yang seksama sesuai yang disyariatkan Islam dan pelaksanaannya sejalan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Haedar menjelaskan lebih lanjut, beribadah haji merupakan berjamaah secara luas yang melibatkan jutaan muslim muslimah dari berbagai negara yang beragam latarbekangnya.

Baca Juga: Suhu di Arab Saudi Bisa Capai 50 Derajat Celcius, Jamaah Haji Asal Sleman Dilengkapi Alat Pelindung Diri, Begini Penjelasannya..

Baca Juga: Kasus DBD di DIY Meningkat, Periode Hingga Awal Mei 2024 Capai 1.112 Penderita, Masyarakat Diminta Kenali Tanda dan Gejala Awal

Sementara lokasi ibadah haji terbatas meskipun sudah diperluas di berbagai titik dengan segala fasilitas yang lengkap oleh pemerintah Saudi maupun pemerintah Indonesia bagi jamaah haji Indonesia.

Dengan demikian, keterbatasan dan kemampatan berhaji dalam seluruh prosesnya, termasuk di Aramina menuntut jiwa kebersamaan.

"Para jamaah tidak bisa egois. Karenanya perlu niat untuk berbagi, peduli, dan saling membantu serta memberi kelonggaran antar jamaah.

Dalam berhaji itulah ukhuwah Islamiyah yang mesti dipraktikkan,” terangnya.

Seluruh JCH yang telah diterbangkan perdana itu diminta, untuk mengikuti seluruh prosesi ibadah haji sesuai syariat Islam.

Ikuti segala ketentuan yang berlaku, baik yang diterapkan pemerintah Saudi maupun pemerintah Indonesia.

Pun dia berpesan, apabila ada perbedaan dalam praktik ibadah yang sifatnya khilafiyah diminta tidak saling menyalahkan sehingga diperlukan toleransi atas perbedaan cara (tanawu’).

Namun, diimbau juga untuk tidak pula saling menonjolkan perbedaan.

"Belajarlah beribadah sesuai sunnah Nabi agar semakin mendekatkan kesamaan. Beribadah haji dengan khusyuk dan penuh pengharapan kepada Allah, menjauhi hal-hal yang tidak diperlukan dalam berhaji agar tercapai tujuanya,” tambahnya.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah pemerintah dan seluruh institusi penyelenggaraan haji Indonesia diharapkan semakin meningkatkan fasilitas dan pelayanan terbaik agar tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kendati begitu, pihaknya meyakini seluruh pimpinan dan petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan haji Indonesia semakin tinggi penkhidmatannya dalam melayani dan menyukseskan pelaksanaan ibadah haji dalam seluruh prosesnya.

Baca Juga: BMKG Yogyakarta Ungkap Sejumlah Wilayah Bakal Diguyur Hujan Tiga Hari Kedepan, Berikut Rinciannya...

"Sehingga selain dapat mengayomi juga menjadi teladan terbaik yang mengutamakan kepentingan seluruh jamaah haji ketimbang diri dan keluarga sendiri. Ibadah haji niscaya menjadi kontestasi nilai dan akhlak keteladanan yang luhur nan utama dari para elite di hadapan jamaah umat yang merepresantasikan rakyat Indonesia,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag DIY Aidi Johansyah mengatakan, jumlah jemaah haji tahun ini dari DIY mendapatkan kuota 3.329 orang ditambah jemaah mutasi sekitar 73 orang sehingga total keseluruhan berjumlah 3.402 jemaah haji.

Dari tiga ribuan calon jemaah haji tahun ini, setidaknya ada empat orang yang berusia di bawah 20 tahun.

Ribuan calon jemaah haji itu dalam kloter 46 sampai 54 dan kloter 81 serta kloter 100. Mereka akan berangkat dari Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah.

Kloter pertama yaitu kloter 46 akan masuk asrama di Solo pada 23 Mei sore.

Lalu akan berangkat pada 24 Mei pukul 19.20 dan tiba di Tanah Suci pada 25 Mei pukul 03.50.

Sementara kloter terakhir yakni kloter 100 akan masuk asrama pada 9 Juni. Lalu pada 10 Juni pagi berangkat ke Tanah Suci.

"Kalau gelombang kedua, kebetulan Jogja kan semua gelombang kedua, nanti dari Adi Soemarmo Solo menuju Jeddah setelah selesai haji baru ke Madinah. Sembilan hari di Madinah baru setelah itu pulangnya lewat Madinah," tambahnya. 

Editor : Bahana.
#haji #pp muhamamadiyah #mekah #Haedar Nashir #naik haji #Makkah #Indonesia