Proyek tol tersebut menghabiskan uang berkisar senilai Rp9,9 triliun. Diputuskan oleh PT Surya Sapta Agung Tol dengan tim pengadaan tanah (TPT).
Linda Krisni Susanti yang merupakan Ketua dari TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung, mengatakan bahwa awal Mei pihaknya belum mendapat pemberitahuan secara resmi hanya secara lisan.
“Dari pihak BUJT (PT Surya Agung Tol, Red) ke kami menyampaikan hanya sebatas akhir Mei ini jalan (mulai pembangunan). Tapi kami tidak bisa menjamin juga karena baru secara lisan,” ujarnya.
Akan terdapat sejumlah titik tanah yang terdampak tol seperti salah satunya di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan.
Desa tersebut akan menjadi prioritas untuk pembangunan, karena merupakan akses Bandara Dhoho.
Untuk ruas Kota Kediri pada wilayah Kelurahan Semampir dan Mojoroto akan dipercepat dibebaskan. Karena lingkungan Mejenan, Mojoroto, dan Semampir akan menjadi lokasi pembangunan jembatan akses tol.
Pada kedua wilayah tersebut telah mendapat surat perintah untuk pengosongan lahan dari TPT. Serta pembongkaran akan masih berlanjut di dua lokasi tersebut.
Di sepanjang Jl Mayor Bismo, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Beberapa bangunan sudah rata dengan tanah.
TPT dan BPN Kota Kediri akan merencakan pelaksanaan pengadaan tanah untuk penetapan lokasi tahap II, seiringan dengan pelaksanaan tahap I.
Proyek penambahan lahan sebelumnya telah berlangsung di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, dan Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.
“Yang penambahan lahan di Bujel sudah mau masuk tahap pengukuran. Ini kami sampaikan Insyaallah minggu depan bisa dilakukan pemasangan patok bidang, terus baru diukur,” tambahnya.