Menurutnya, visa furoda tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan melalui proses yang cukup panjang.
Dalam kunjungan kerja reses tim Komisi 8 DPR RI di Asrama Haji Kota Medan, Sumatera Utara, Marwan menegaskan perlu ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap setiap agen travel yang menipu masyarakat dengan janji visa furoda.
Dilansir dari DPR RI, Marwan juga menyampaikan bahwa calon jemaah haji untuk lebih hati-hati dalam memilih agen untuk menjalankan ibadah haji.
Ia menegaskan bahwa perlu ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap setiap agen travel yang merugikan calon jemaah haji dengan menjanjikan visa haji khusus (furoda).
Marwan mengungkap bahwa keluarganya sendiri pernah menjadi salah satu korban dari janji-janji tersebut.
Jemaah haji harus transit terlebih dahulu di Riyadh jadi calon jemaah tidak mendapatkan tiket pesawat langsung ke Saudi.
Selain itu, bagi calon jemaah yang menggunakan visa wisatawan untuk menunaikan ibadah haji harus berhati-hati, karena bisa saja mereka menghadapi masalah dengan pihak imigrasi Saudi.
Karena ada beberapa keluhan yang sering dialami oleh calon jemaah adalah kesulitan mendapatkan tiket pulang ke Indonesia dan ketidakpastian akomodasi selama di Arab Saudi.
Pentingnya pemerintah untuk menindak tegas agen travel yang terlibat dalam penipuan terhadap calon jemaah haji.
Selain itu perlu adanya kesadaran dari masyarakat dalam memilih agen perjalanan yang terpercaya dan tidak menipu.
Dengan demikian, diharapkan kasus penipuan terkait visa furoda ini dapat diminimalisir, dan keberangkatan haji dapat berlangsung dengan lancar dan aman.