RADAR JOGJA - Sastrawan terkemuka Indonesia, Philipus Joko Pinurbo atau yang lebih akrab disapa Jokpin, telah menghembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Sabtu (27/4).
Meninggal dunia di usia 61 tahun, Jokpin menghadapi akhir perjalanan hidupnya di Rumah Sakit Panti Rapih, Gondokusuman, Jogjakarta, pada pukul 06.03 WIB.
Kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, pada 11 Mei 1962, Jokpin tumbuh dalam lingkungan pendidikan, di mana kedua orang tuanya merupakan seorang guru di Sekolah Dasar (SD).
Minatnya terhadap dunia tulis menulis terpancar sejak usia muda, dimulai dengan eksplorasi sastra dan penulisan puisi sejak masa SMA.
Menekuni passion-nya ini, Jokpin mengirimkan karya-karyanya ke berbagai majalah sastra.
Puncak kepenyairan Jokpin terwujud ketika dia menempuh pendidikan di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta.
Karya-karyanya mulai dikenal luas setelah menulis tentang objek-objek sehari-hari dengan gaya yang khas, yang kemudian menjadi ciri khas karya sastranya.
Telepon, kamar mandi, sarung, dan objek-objek lain menjadi bahan inspirasi yang menghasilkan karya-karya yang unik dan menyegarkan.
Keunikan Jokpin tidak hanya terletak pada kemampuannya menyajikan kata-kata yang sarat makna namun mudah dipahami, tapi juga pada humor yang tersemat dalam karya-karyanya.
Dilansir dari Jawa Pos pada Sabtu (27/4), ratusan puisi telah dihasilkan Jokpin selama hidupnya, beberapa di antaranya telah dibukukan dan dinikmati oleh pembaca di dalam dan luar negeri.
Jokpin bukan hanya seorang penulis, tetapi juga seorang penerima penghargaan yang diakui di dunia sastra Indonesia.
Berbagai penghargaan seperti Penghargaan Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta, Hadiah Sastra Lontar, Penghargaan Sastra Badan Bahasa, Kusala Sastra Khatulistiwa, dan SEA Write Award menjadi bukti pengakuan atas dedikasinya dalam dunia sastra.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia sastra Indonesia. Jokpin tidak hanya dikenal sebagai sastrawan, tetapi juga sebagai sosok yang menginspirasi dengan karya-karyanya.
Dia meninggalkan istri tercinta, Nurnaeni Amperawati, lima orang adik, tiga anak, dan empat cucu.
Jenazah Jokpin kini disemayamkan di Pancaran Untaian Kasih Yogyakarta (PUKY) Ruang AB, Jalan PGRI, Sonosewu, Kasihan, Bantul.
Prosesi pemakamannya dijadwalkan berlangsung di Pemakaman Demangan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, pada Minggu, 28 April 2024.
Dunia sastra Indonesia berduka atas kepergian Philipus Joko Pinurbo, namun karya-karyanya akan terus menginspirasi dan dikenang dalam sejarah sastra Indonesia.
Editor : Bahana.