RADAR JOGJA - Sebuah insiden mencengangkan telah mengguncang lingkungan mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung dan menjadi pusat perhatian publik setelah viralnya kasus pencurian yang melibatkan seorang mahasiswi bernama Afia Rahmatunufus.
Afia, yang sebelumnya tak dikenal secara luas, kini menjadi sorotan publik setelah terciduk melakukan serangkaian aksi pencurian terhadap barang-barang milik teman-teman sekosnya.
Afia Rahmatunufus, seorang mahasiswi Unikom Bandung, tiba-tiba mendapat sorotan publik setelah terbongkar bahwa dia adalah pelaku di balik serangkaian pencurian yang terjadi di lingkungan kosnya sendiri.
Sebuah akun media sosial dengan username @yipiieee__ menjadi salah satu sumber utama dalam mengungkap kasus ini.
Dalam cuitannya di platform media sosial X, @yipiieee__ membagikan pengalamannya sebagai salah satu korban pencurian, mengungkapkan bahwa Afia telah mencuri berbagai barang milik teman-teman sekosnya, mulai dari pakaian, sepatu, barang elektronik, hingga pakaian dalam.
"MALING! Dia anak Unikom, di sosial media hedon abis, dia ini anak kos baru digedung kita nah dari dia pindah banyak banget barang yang hilang (sendal, sepatu, baju-baju, daleman)," tulis @yipiieee__ dalam cuitannya.
Kejadian ini mulai mencuat ketika para penghuni kos mulai merasa curiga terhadap Afia karena banyaknya barang yang hilang sejak kedatangannya di kos tersebut.
Mereka kemudian menemukan bukti bahwa barang-barang curian Afia dipamerkan di media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Bahkan, para korban melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengintip ke dalam kamar Afia melalui ventilasi pintu, dan mereka menemukan barang-barang curiannya tersimpan di sana.
"Kita sudah merasa curiga sama dia dari awal pindah kos, tapi kita belum memiliki bukti. Sampai akhirnya kita menyelidiki TikTok & Instagram-nya, ternyata dia memfoto dan membuat konten TikTok menggunakan barang-barang kita yang telah dia curi," ungkap salah satu korban.
Afia sendiri kemudian mengaku menderita penyakit kleptomania, sebuah gangguan mental yang menyebabkan kecanduan mencuri.
Namun, pengakuan ini disambut dengan skeptisisme oleh para korban, yang melihatnya sebagai upaya untuk mengelak dari tanggung jawab.
Insiden pencurian yang melibatkan mahasiswi Unikom ini memicu perdebatan di kalangan netizen.
Ada yang mengecam tindakan Afia sebagai tidak bertanggung jawab dan merusak nama baik almamaternya, sementara yang lain menyoroti kemungkinan adanya gangguan mental yang dialaminya.
Meskipun Afia telah meminta maaf kepada para korban, permintaan maaf tersebut ditolak dengan alasan bahwa tindakannya dianggap terlalu keterlaluan.
Editor : Bahana.