RADAR JOGJA-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan tsunami setelah serangkaian erupsi eksplosif yang disertai dengan awan panas Gunung Ruang di Sitaro, Sulawesi Utara.
Bersamaan dengan peringatan yang dikeluarkan, Kepala PVMBG Hendra Gunawan menghimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar Pulau Tagulandang, khususnya dekat pantai untuk mewaspadai akan potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas hingga potensi terjadinya tsunami.
Baca Juga: Jamaah Haji Asal Bantul Berangkat ke Tanah Suci Pertengahan Mei 2024
“Tsunami ini disebabkan oleh runtuhan tubuh gunung api ke dalam laut,” jelas Hendra.
Berdasarkan data dari PVMBG, Gunung Ruang telah mengalami erupsi sebanyak 5 kali dalam kurun waktu 24 jam. Beberapa kali erupsi yang terjadi mencapai ketinggian antara 1.800 hingga 3.000 meter dari puncak Gunung ruang.
Terjadinya erupsi eksplosif ini menimbulkan suara gemuruh, gempa, hingga kilatan petir vulkanik.
Baca Juga: Lagi-lagi Balon Udara Tersangkut di Pemukiman Warga, Ditemukan Pula 3 Petasan yang Masih Utuh
Hendra juga menjelaskan, setelah tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan menjadi level II (waspada) pada 16 April 2024 pukul 13.00 WITA, serta level III (siaga) pada 16 April 2024 pukul 16.00 WITA, aktivitas visual dan kegempaan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.
Ketinggian kolam erupsi juga mengalami peningkatan. Material erupsi berupa abu yang disertai dengan lontaran batuan pijar mencapai jarak 5 kilometer di Pulay Tagulandang.
Jumlah gempa vulkanik dalam mengalami juga mengalami peningkatan yang signifikan, dengan disertai getaran tremor vulkanik dengan amplitudo overscale.
Hal tersebut menandakan, jika masih terjadi proses peretakan batuan yang disertai dengan migrasi magma dari reservoir magma dalam menuju permukaan.
Adapun bentuknya yakni berselingan anatara erupsi eksplosif dengan erupsi efusif (aliran lava).
Pihak PVMBG mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak memasuki radius 6 kilometer dari pusat kawah aktif gunung api tersebut.
Hendra juga memberikan intruksi untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga yang berada di wilayah Pulau Tagulandang. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin