Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keluhan Penumpang KAI Terkait Kursi yang Diserbu Barang Orang Lain, Netizen Serukan Pengaturan Mirip Pesawat

Cici Jusnia • Selasa, 16 April 2024 | 23:45 WIB
Foto penumpang yang mengeluhkan bagasi kabinnya penuh sehingga harus menaruh barang bawaan di bawah kursi. ( X @cpamungkas)
Foto penumpang yang mengeluhkan bagasi kabinnya penuh sehingga harus menaruh barang bawaan di bawah kursi. ( X @cpamungkas)

RADAR JOGJA - Sebuah keluhan dari seorang pengguna Kereta Api Indonesia (KAI) sedang menjadi sorotan di media sosial setelah mengalami ketidaknyamanan saat menaiki KA Manahan dari stasiun Gambir. Masalahnya? Bagasi kabin yang penuh dengan barang bawaan penumpang lain.

Akun Twitter @cpamungkas menjadi perwakilan dari ketidaknyamanan tersebut dengan menulis, "Dear KAI, mohon ditertibkan koper (barang bawaan) penumpang, istri saya naik KA Manahan dari Gambir sudah tidak dapat jatah bagasi atas (kabin) full barang milik penumpang lain, itu sebelah kelihatan kosong karena ada kardus-kardus, tolong sesuaikan bagasi dengan posisi duduk."

Keluhan ini disertai dengan foto-foto yang memperlihatkan situasi yang tidak nyaman di dalam kereta, di mana koper dan tas punggung ditaruh di bawah kaki penumpang.

Netizen lain, @ardianTaka, memberikan masukan kepada KAI untuk mengatur penggunaan barang bawaan seperti di pesawat dengan membatasi jumlah dan dimensi barang bawaan per penumpang.

"Kayaknya perlu diatur kayak pesawat deh urusan barang bawaan min. Perlu dibatasi per penumpang brp koper/dus/dimensi/beratnya. Untuk memberi rasa keadilan yang sama ke sesama penumpang. Kalau mau over wajib bayar," komentar @ardianTaka membalas keluhan tersebut.

Meskipun keluhan ini dianggap dapat memberikan rasa keadilan yang sama kepada semua penumpang, pihak KAI telah merespons dengan menjelaskan bahwa ketentuan mengenai barang bawaan penumpang sudah diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Sebelumnya Railmin mohon maaf, terkait barang bawaan penumpang yang diperbolehkan dibawa naik ke dalam KA sudah diatur sesuai dengan ketentuan berlaku. Untuk bagasi tanpa dikenakan biaya, yaitu dengan berat maksimum 20 kg dan volume maksimal 100 dm3 (maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm)," tulis akun resmi KAI @KAI121.

Admin KAI juga mengarahkan penumpang untuk menghubungi kondektur jika mengalami kendala serupa.

Namun, @cpamungkas menyampaikan bahwa meskipun sudah menghubungi kondektur dan dibantu untuk memindahkan barang-barang, situasi tetap tidak membaik karena beberapa penumpang memiliki lebih banyak barang bawaan dari yang seharusnya.

Reaksi netizen lain juga menunjukkan bahwa mereka kesulitan menemukan ruang untuk barang bawaan mereka di bagasi kabin.

"Sumpah ini nyebelin sih emang, pernah juga begini sampai ngga kebagian naruh tas ku. Malah aku diomelin 'jangan maksa itu jatuh nanti, udah sana cari yang kosong' lah anjirrrrr lah itu kan bagian atas kursi ku dimakan orang," komentar @Ceya***.

Kondisi ini menunjukkan perlunya peninjauan kembali kebijakan atau pengaturan terkait kapasitas bagasi kabin di kereta api untuk meningkatkan kenyamanan dan keadilan bagi seluruh penumpang.

Semoga pihak terkait dapat menemukan solusi yang memadai untuk mengatasi permasalahan ini demi pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi semua penumpang.

Editor : Bahana.
#KAI #Kereta Api Indonesia. PT KAI