RADAR JOGJA - Sebuah peristiwa kontroversial terjadi di salah satu perusahaan waralaba di Kendari, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang telah memicu kehebohan di kalangan publik.
Peristiwa tersebut melibatkan aksi yang tidak pantas dari seorang pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita yang diidentifikasi sebagai IS (27 tahun).
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula ketika korban IS bersama temannya, R, pergi ke restoran KFC Rabam Kendari untuk makan malam.
Saat itu, korban membuat video dirinya sendiri melalui ponselnya dengan membelakangi R dan temannya yang merupakan pelaku, yang tak diketahui namanya.
Setelah beberapa saat mengambil video, korban kemudian berbalik menghadap temannya dan menyebutkan sebuah kalimat yang mengakibatkan reaksi marah dari pelaku.
"Kayak ada alien yang datang di sini," ucap wanita yang mengenakan pakaian batik tersebut dalam video yang terekam yang dikutip dari Instagram @fakta.indo pada Selasa (9/4).
Tidak terima dengan perkataan korban, pelaku kemudian mendatangi IS dengan kemarahan dan mulai memukulinya berulang kali, terutama di bagian wajah, khususnya di bibir dan kepala.
Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian menjadi viral di media sosial, memperlihatkan korban dengan batik merahnya tidak berdaya melawan perlakuan kasar dari pelaku.
Sontak, teman korban, R, langsung berusaha untuk melerai perkelahian tersebut.
Namun, pelaku kembali mendatangi IS dan melanjutkan penganiayaannya dengan menambahkan perilaku tidak terpuji dengan meludahi korban.
Karena kejadian tersebut, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian setelah video penganiayaan tersebut menjadi viral di media sosial.
Publik bereaksi keras terhadap peristiwa ini, dengan banyak warganet yang mengecam tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh pelaku.
Di antara komentar yang muncul dari warganet, ada yang menyoroti pentingnya menjaga kata-kata agar tidak melukai orang lain, sementara yang lain menekankan pentingnya untuk mengendalikan emosi dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
"Terlepas dari kesalahan si cowo, Mbanya juga kalo punya mulut harus hati-hati," cuit akun @donniessoedarmoko.
"Dua duanya sih, ceweknya harus jaga omongan karena mulutmu harimaumu, cowoknya emosian ditambah main tangan," cuit @zicacc.
"Gak usah diributin sama-sama salah. Ingat! Lidah lebih tajam dari pedang, banyak nyawa yang hilang karena lidah," lanjut kicauan dari akun @voltcyber_v2.
Pihak berwenang saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya mengendalikan emosi dan menyelesaikan konflik secara damai tanpa kekerasan.
Editor : Bahana.