RADAR JOGJA-Pohon mahoni memiliki nama latin Swietenia macrophylla. Pohon ini biasanya di gunakan oleh masyarakat sebagai bahan pembuatan furniture yang berkualitas tinggi. Seperti meja, kursi, lemari, maupun perlengkapan rumah tangga lainnya.
Di sejumlah wilayah, bji mahoni dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat herbal. Kandungan nutrisi serta senyawa bioaktif yang terkandung di dalam biji mahoni dapat bermanfaat untuk kesehatan hingga menyembuhkan berbagai penyakit. Berikut 5 manfaat biji mahoni untuk kesehatan :
1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Manfaat biji mahoni yang pertama adalah sebagai tanaman herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada pengidap diabetes. Manfaat ini berasal dari kandungan flavonoid yang ada di dalam biji mahoni. Flavonoid sendiri merupakan senyawa utama yang terbukti memiliki efek antihipertensi.
Selain itu, biji mahoni juga mengandung banyak kalium serta sedikit natrium, sehingga dapat menjaga tekanan darah tetap normal.
2. Melawan Infeksi
Senyawa biji mahoni yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan juga antivirus dapat bermanfaat untuk melawan infeksi. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian, di mana kemampuan ekstrak biji mahoni ini diuji dalam melawan pertumbuhan berbagai jeni bakteri dan jamur. Mulai dari bakteri yang dapat menyebabkan diare, infeksi saluran kemih, sampai pneumonia.
3. Mengelola Gejala Diabetes
Dengan rutin mengonsumsi ekstrak biji mahoni, maka dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
Diketahui, biji mahoni mengandung senyawa alami yang dapat menghambat proses penyerapan gula pada usus. Selain itu, senyawa ini juga dapat bekerja untuk meningkatkan produksi hormon insulin dari pankreas.
4. Mengobati Malaria
Biji mahoni juga terkenal dapat mengobati penyakit malaria. Di dalam sebuah penelitian menemukan bahwa rebusan biji mahoni dapat membunuh parasite yang dapat menyebabkan malarian (Plasmodium falciparum), yang sudah kebal terhadap obat malaria lainnya.
5. Menurunkan Kadar Lemak Dalam Darah
Mengonsumi ekstrak biji mahoni dapat mengurangi kadar kolesterol total, kolesterol ‘jahat’ (LDL), dan juga lemak dalam darah. Selain manfaat tersebut, risiko penyakit kardiovaskular lainnya juga dapat berkurang. Seperti penyakit coroner, serangan jantung, hingga stroke.
Editor : Iwa Ikhwanudin