RADAR JOGJA - Tahun ini, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa lembaganya akan berkolaborasi dengan Polri dalam pengamanan arus mudik dan arus balik pada Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.
Selain menyiagakan puluhan ribu anggota militer, TNI juga siap mengerahkan alutsista untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan lalu lintas.
”Setiap tahun Angkatan Laut mendukung, membantu masyarakat mudik dari Jakarta ke Semarang dan Surabaya,” ucapnya dikutip dari jawapos.com.
Tahun ini juga ada dukungan untuk alutsista.
Kapal perang AL dan pesawat angkut juga disiapkan.
Selain itu, TNI-AD akan menyediakan bus untuk mengangkut pemudik.
Agus Subiyanto menyatakan bahwa TNI siap memberikan dukungan personel dan alutsista yang dibutuhkan guna menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kapal yang akan disiapkan, menurut Kepala Dinas Penerangan TNI-AL Laksamana Pertama TNI I M. Wira Hady, akan berlayar dari Jakarta ke Semarang pada 5 April dan kemudian berlayar dari Semarang ke Surabaya pada 6 April.
"Program mudik gratis dengan kapal perang ini merupakan upaya membantu pemerintah menekan risiko kecelakaan di jalan raya," ucap nya.
Wira memberi tahu kepada pemudik yang ingin ikut program tersebut mereka di perbolehkan membawa motor.
AL memiliki posko pendaftaran di tiga tempat: Jakarta, Semarang, dan Surabaya untuk pemudik yang ingin mendaftar.
Baca Juga: Wajib Diketahui ! Ini Dia 3 Makanan Pemicu Kanker yang Jarang Diketahui
Sementara itu, banyak lembaga berkolaborasi untuk memastikan mudik dan balik Lebaran 2024 berjalan dengan lancar.
Salah satunya adalah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang memberikan transportasi gratis untuk 3.600 peserta melalui dana investasi dana abadi umat (DAU).
Sebagaimana dikatakan oleh Fadlul Imansyah, kepala BPKH, kegiatan tersebut, membutuhkan dana sebesar Rp 2,7 miliar tidak sama sekali menggunakan dana haji.
”BPKH tak hanya mengelola dana haji, tapi juga mengelola dana abadi umat,” ujarnya.
Acara balik bareng gratis juga terbuka untuk semua orang.
Ini diharapkan dapat meringankan beban yang terkait dengan Lebaran.
Balik ke Jabodetabek diberikan secara gratis setelah mereka menghabiskan banyak uang untuk berlebaran di kampung halaman mereka.
Tempat pemberangkatan balik gratis ini akan berlangsung dari 14 hingga 15 April di Surabaya, Solo, Semarang, dan Jogjakarta.
Selain itu, Fadul menyatakan bahwa pihaknya mendukung upaya untuk mencegah urbanisasi.
Arus balik setelah Lebaran biasanya menjadi peristiwa urbanisasi yang signifikan.
Dia menjelaskan bahwa satu-satunya orang yang dapat ikut kegiatan balik gratis adalah mereka yang sudah bekerja dan tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Jadi, pihaknya tidak membantu pencari kerja atau perantau yang akan tinggal di ibu kota.
Di harapkan program mudik gratis kali ini dapat membantu masyarakat yang ingin bertemu sanak keluarga di tempat asalnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva