Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jejak Sejarah Selat Muria Masyarakat Mengaitkan dengan Banjir Besar yang Melanda Demak

Caswati Radar Jogja • Kamis, 21 Maret 2024 | 22:45 WIB
Ilustrasi peta wilayah Demak, Kudus, dan sekitarnya. (Radar Kudus)
Ilustrasi peta wilayah Demak, Kudus, dan sekitarnya. (Radar Kudus)

RADAR JOGJA – Selama seminggu terakhir, banjir besar terus melanda Kabupaten Demak.

Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi, ditambah dengan kebocoran sejumlah tanggul yang berdampak pada jalan utama, sehingga menyebabkan jalur pantura Semarang-Demak tidak dapat dilalui karena ketinggian air mencapai satu meter. 

Banjir di Demak pada tahun 2024 tidak hanya terjadi sekali, melainkan telah menghantui wilayah tersebut sejak Januari hingga Maret.

Bahkan, jalur Pantura Demak menuju Semarang sudah dua kali ditutup karena air meluap di atas satu meter di permukaan jalan.


Sebagian orang menghubungkan kejadian banjir ini dengan Teori Selat Muria, yang menyatakan bahwa wilayah Semarang Utara, Demak, dan sekitar Gunung Muria pada masa lampau merupakan selat.

Kemudian, terbentuk menjadi daratan seperti sekarang karena proses geologis seperti aktivitas vulkanik, tektonik, dan sedimentasi.Kasi

Banjir yang sering terjadi di kedua daerah ini disebabkan oleh luapan sungai-sungai yang bermuara di utara Semarang hingga Demak.


Fenomena banjir tersebut tidak hanya disebabkan oleh hujan lebat dalam waktu singkat.

Tetapi, juga oleh kombinasi faktor-faktor kompleks lainnya, termasuk penurunan tanah yang signifikan di beberapa bagian kota, terutama di pesisir, bersamaan dengan pasang surut air laut.

Meskipun hubungan langsung antara Teori Selat Muria dan banjir terkini di Semarang tidak terlihat secara langsung, pemahaman tentang sejarah geologis memberikan gambaran tentang kerentanan alami wilayah tersebut terhadap banjir.

Penting untuk melakukan perbaikan di daerah ini agar banjir tidak terjadi setiap musim hujan atau rob.

Editor : Amin Surachmad
#banjir besar #curah hujan #demak