Pada saat itu, bayangan benda tegak akan "menghilang" karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.
Fenomena ini terjadi karena bidang rotasi Bumi tidak berimpit dengan bidang revolusi Bumi, sehingga posisi Matahari dari Bumi terlihat terus berubah sepanjang tahun.
Tahun 2024 ini, Matahari berada tepat di bagian khatulistiwa pada 20 Maret dan 22 September.
Dilansir dari BMKG, Di Indonesia, Hari Tanpa Bayangan terjadi dua kali setahun, tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.
Di Jakarta, fenomena ini terjadi pada 4 Maret dan 8 Oktober 2024.
Secara umum, kulminasi utama di Indonesia terjadi antara 21 Februari - 4 April 2024 dan 7 September - 21 Oktober 2024.
Daftar lengkap tanggal dan waktu Kulminasi Utama di setiap ibukota provinsi dapat dilihat pada tabel terlampir.
Hari Tanpa Bayangan terjadi karena:
- Bidang rotasi Bumi tidak berimpit dengan bidang revolusi Bumi.
- Adanya perubahan posisi Matahari dari Bumi terus sepanjang tahun.
- Pada saat Kulminasi Utama, Matahari tepat berada di atas kepala pengamat.
Hari Tanpa Bayangan terjadi dua kali setahun di Indonesia:
- Sekitar 20 Maret (saat Matahari di khatulistiwa)
Baca Juga: Orang Muslim Wajib Tahu! Berikut Ini Hal yang Membatalkan Wudhu. Tidur Salah Satunya!
- Sekitar 22 September (saat Matahari di khatulistiwa)
Di setiap kota, tanggal dan waktu Hari Tanpa Bayangan berbeda-beda, tergantung lintang kota tersebut.
Hari Tanpa Bayangan adalah fenomena alam yang menarik untuk diamati.
Fenomena ini terjadi karena pergerakan Bumi dan Matahari.
Dengan memahami fenomena ini, kita dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang alam semesta.