Prajurit yang tergabung dalam Korps Marinir itu mengembuskan nafas terakhir usai ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muara, Puncak Jaya, Papua Tengah.
Sertu Marinir Ismunandar gugur dalam pertempuran saat kontak tembak dengan kelompok separatis, Minggu (17/3).
Ia tertembak pada bagian kepala dengan luka bacok pada bagian punggung serta lutut. Almarhum anggota Satgas Elang IV wilayah Puncak Jaya itu kini meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Sertu Marinir Ismunandar merupakan prajurit TNI asal Desa Madureso RT 03/03, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen.
Ia lahir di Kebumen pada 7 Agustus 1984. Bintara itu tinggal di Komplek Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.
Kabar duka ini pun mendapat perhatian serius dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Atas jasanya di medan pertempuran, Sertu Marinir Ismunandar kini diberi kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Serka Marinir Anumerta.
"Atas jasa2nya, almarhum dinaikkan pangkatnya menjadi Serka Mar Anumerta," demikian tulis pada akun resmi Instagram milik Pusat Penerangan TNI.
Kepala Desa Madureso Saefudin Yatin menyampaikan, saat ini rumah duka telah dipenuhi karangan bunga ucapan belasungkawa.
Keluarga bersama kerabat juga sedang menanti kedatangan jenazah Sertu Marinir Ismunandar tiba di rumah duka.
"Begitu dapat kabar sudah kumpul semua. Warga juga ikut bantu-bantu. Banyak yang kaget kok banyak karangan bunga," ucapnya.
Yatin menjelaskan, jenazah Sertu Ismunandar kini telah diberangkatkan menuju Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 14.00 WIT.
Jenazah segera diantar ke Kebumen usai terlebih dulu disemayamkan di Jakarta. "Infonya pemakaman itu pagi. Kami juga masih nunggu," pungkasnya.
Editor : Bahana.