Hal ini menjadi perhatian utama karena berpotensi mempengaruhi struktur keluarga dan pertumbuhan penduduk di masa depan.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengaitkan fenomena turunnya angka pernikahan dengan orang-orang yang beracun.
Selain banyak masyarakat yang menunda pernikahan, tingkat keegoisan sebagian masyarakat karena tidak memiliki dan tidak memahami pasangan hidup juga semakin meningkat.
Hasto menjelaskan bahwa orang beracun ada kaitannya dengan gangguan jiwa seseorang.
Tentu saja, ketika seseorang mengalami perilaku tersebut, pada akhirnya akan sulit untuk membuat komitmen yang sehat dalam memulai sebuah keluarga.
Selain itu, meningkatnya sikap egois di masyarakat juga menjadi faktor menurunnya minat menikah.
Semakin banyak orang yang cenderung lebih fokus pada kepentingan dan kebahagiaan pribadinya tanpa memperhatikan hubungan dengan orang lain, termasuk dalam konteks hubungan perkawinan.
Editor : Bahana.