RADAR JOGJA-Jumlah pengungsi akibat banjir di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah terus mengalami peningkatan. Terhitung, sebanyak 109 warga telah mengungsi karena rumah milik mereka telah terendam banjir selama tiga hari terakhir.
Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Kota Palangkaraya pun mendirikan posko terpadu untuk para pengungsi banjir yang berada di SD Negeri 1 Langkai.
Sementara itu, dalam upaya untuk menanggulangi bencana banjir, pemerintah juga telah mendirikan tenda yang difungsikan sebagai dapur umum serta pusat data banjir Kota Palangkaraya.
Selain itu, pemerintah juga telah menyediakan tempat layanan kesehatan untuk para pengungsi. Beberapa petugas kesehatan melakukan penjagaan sejak pagi hari. Setidaknya dua ruangan telah terpenuhi oleh ratusan pengungsi.
Hero (64), yang merupakan warga Flamboyan, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya merupakan salah satu pengungsi yang merasakan dampak dari bencana banjir ini.
Melansir dari laman Jawa Pos, bahwa dirinya telah mengungsi selama dua tahun terakhir akibat banjir yang terjadi setiap tahunnya.
Hero yang telah tinggal di kelurahan tersebut selama kurang lebih 20 tahun pun merasakan bahwa banjir yang terjadi semakin parah setiap tahunnya.
“Awal kali tinggal di sana itu ada banjir, tapi enggak sampai naik ke lantai rumah, paling tergenang aja. Kalau sekarang ini, banjir makin tinggi,” ungkapnya.
Maria (55), salah satu pengungsi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengungsi selama tiga tahun berturut-turut pada tempat yang sama yang sudah disediakan oleh pemerintah.
“Kalau dulu, banjir juga sering, tapi cepat surutnya. Kalau sekarang ini, sejak 2021, banjir makin buruk,” ucapnya.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, dari total 5 kecamatan, 4 kecamatan yang terletak di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah terendam banjir. Jumlah orang yang terdampak banjir mencapai 5.773 serta 512 keluarga yang mengungsi.
Sementara itu, di SDN Langkai total pengungsi mencapai 109 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari total 94 orang di hari sebelumnya.
Sahdin Hasan, selaku Asisten Daerah I Kota Palangkaraya sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah sudah menetapkan status tanggap darurat banjir sejak hari Senin (11/03/2024), yang berlaku selama 10 hari ke depan.
“statusnya tanggap darurat banjir, kami sesuaikan dengan prediksi BMKG,” ungkapnya.
Bencana banjir ini tidak hanya melanda Kota Palangkaraya saja, melainkan juga terjadi Kabupaten Barito Selatan, Pulang Pisau, Murung Raya, hingga Kabupaten Gunung Mas. Data tersebut diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah.
Ahmad Toyib, selaku Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah juga menambahkan bahwa, dari total 5 kabupaten yang terdampak banjir, ada 8 kecamatan dengan total 30 desa dan kelurahan terendam banjir.
Setidaknya ada 5.968 keluarga dengan total sebanyak 18.760 orang terdampak bencana banjir ini. {}
Editor : Iwa Ikhwanudin