Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengapa Tampilan Ogoh-ogoh Dalam Perayaan Nyepi Selalu Dibuat Menyeramkan?

Retno Nawangwulan • Selasa, 12 Maret 2024 | 18:39 WIB
Tampilan ogoh-ogoh
Tampilan ogoh-ogoh

RADAR JOGJA-Umat hindu telah merayakan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada hari Senin, 11 Maret 2024 lalu. Di dalam perayaan Hari Raya Nyepi ini, biasanya akan dilaksanakan berbagai ritual dan tradisi. Adapun salah satunya ialah pawai ogoh-ogoh. 

Ogoh-ogoh merupakan boneka atau patung berukuran raksasa yang diarak dalam sebuah pawai yang diadakan ketika menjelang perayaan Hari Raya Nyepi. Penampilan dari ogoh-ogoh sendiri biasanya berukuran besar dan dengan wajah yang begitu menyeramkan.

Hal itu pun menimbulkan sebuah pertanyaan, mengapa ogoh-ogoh selalu dibuat dengan wajah yang menyeramkan?

Kata ogoh-ogoh sendiri berasal dari sebutan “ogah-ogah”, yang dalam bahasa Bali bermakna digoyang-goyangkan. Meskipun memiliki tampilan yang menyeramkan, namun ogoh-ogoh ini menyimpan arti yang penting didalamnya. 

Tampilan ogoh-ogoh yang menyeramkan ini sebagai representasi atau simbol dari roh jahat yaitu Bhuta Kala, yang digambarkan sebagai sosok yang menakutkan dan berbadan besar atau raksasa.

Selain itu, ogoh-ogoh juga diwujudkan dalam wujud makhluk lain yang hidup di Mayapada, Syurga, dan Naraka. Makhluk-makhluk tersebut seperti naga, gajah, hewan buas, hingga dalam perkembangannya digambarkan dengan tokoh-tokoh terkenal, seperti pemimpin dunia, artis, hingga penjahat.

Sebelum melakukan pawai ogoh-ogoh, biasanya masyarakat akan membuat suara gaduh. Hal ini memiliki tujuan untuk mengusir roh-roh jahat yang ada di sekitar tempat tinggal manusia.

Setelah membuat suara gaduh, kemudian ogoh-ogoh akan dibawa untuk diarak mengelilingi kota atau daerah yang digunakan untuk pawai ogoh-ogoh.

Kemudian pawai ogoh-ogoh akan diakhiri dengan memusnahkan ogoh-ogoh itu sendiri. Pemusnahan ogoh-ogoh dilakukan dengan cara dibakar. Masyarakat hindu percaya, bahwa pemusnahan ogoh-ogoh yang mereka lakukan dapat melenyapkan sifat-sifat buruk yang melekat dalam diri manusia, serta akan terhindar dari kehancuran. {}

Editor : Iwa Ikhwanudin
#bali #ogoh ogoh #nyepi