RADAR JOGJA - Sebuah tragedi mengguncang Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, saat seorang ibu bersama dua anaknya tewas diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi telur ikan buntal.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (5/3) sekitar pukul 11.00 WIT itu melibatkan Lenny Latuperissa (28) sebagai ibu korban, Keisya Berhitu (5), dan Chrismen Berhitu (2).
Menurut informasi yang diperoleh dari akun Instagram @memomedsos pada Kamis (7/3), telur ikan buntal tersebut diketahui digoreng oleh Stevi Berhitu, suami Lenny yang juga ayah dari kedua anak tersebut. Proses penggorengan telur dilakukan pada Senin (4/3) malam.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Janete Luhukay, menjelaskan bahwa Lenny bersama kedua anaknya memakan telur ikan buntal itu pada Selasa pagi.
Kondisi terburu-buru untuk pergi ke sungai membuat mereka memutuskan untuk mengonsumsi ikan reka-reka (buntal) yang telah digoreng oleh Stevi sejak semalam.
Pada pukul 08.50 WIT, Lenny dan Keisya pergi ke sungai, sementara Chrismen tetap di rumah bersama Stevi Berhitu.
Chrismen sempat mengeluh lemas kepada ayahnya, namun pada saat itu, gejala tersebut dianggap sebagai lemas biasa.
Namun, pada pukul 09.40 WIT, warga setempat membawa Lenny dan Keisya pulang ke rumah karena kondisi kesehatan keduanya semakin memburuk.
Lenny melaporkan kepada suaminya bahwa badannya lemas dan kerongkongannya sangat sakit.
Para tetangga yang melihat kondisi kritis korban langsung membawa mereka ke RSUD Saparua.
Meskipun pertolongan medis telah diberikan dari pukul 10.00 WIT hingga 12.00 WIT, nyawa ibu dan kedua anaknya tidak dapat tertolong.
Ipda Janete Luhukay menyampaikan bahwa suami korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah istri dan anak-anaknya.
Reaksi dari masyarakat di media sosial pun bermacam-macam. Sejumlah netizen mencurigai kejadian ini, mengajukan pertanyaan mengapa suami korban tidak ikut makan telur ikan buntal tersebut.
Beberapa netizen juga menyuarakan kecurigaan terhadap proses penggorengan telur yang hanya melibatkan telur ikan buntal dan bukan seluruh ikan.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden ini dan apakah ada unsur kesengajaan di dalamnya.
Editor : Bahana.