RADAR JOGJA - Sebuah kejadian ledakan yang terjadi di Mako Brimob Polda Jawa Timur, 39 Surabaya, pada Senin (4/3) pukul 10.19 WIB, menyebabkan kerusakan signifikan terhadap gedung dan kendaraan di lokasi.
Informasi ini didapatkan dari akun Instagram @ndorobei.official pada Selasa (5/3) dan segera tersebar di media sosial.
Menurut keterangan resmi dari Kapolda Jatim, Irjen Imam Sugianto, ledakan tersebut diduga berasal dari sisa-sisa bahan peledak yang hendak dimusnahkan atau didisposisikan.
Meskipun ledakan tersebut cukup kuat, Kapolda menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat peristiwa ini.
"Dugaan sementara, ledakan ini berasal dari sisa-sisa temuan bahan peledak yang akan dimusnahkan," ungkap Kapolda Jatim, Irjen Imam Sugianto.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil cukup besar. Menurut keterangan Kapolda, satu mobil D-Max yang berisi perlengkapan penjinak bom dan kantor di lokasi kejadian mengalami kerusakan parah.
"Kerugian materil kantor dan satu mobil D-Max yang berisi perlengkapan penjinak bom," kata Kapolda Imam Sugianto.
Dampak ledakan tersebut juga terlihat pada beberapa bangunan di sekitar lokasi kejadian yang hancur.
Masyarakat setempat sempat panik mendengar ledakan keras, dan beberapa di antaranya menyampaikan pengalaman mereka melalui media sosial.
Salah satu netizen menuliskan, "Lagi mantau komen teroris padahal gak ada sangkut pautnya."
Baca Juga: Gunung Merapi Kembali Memuntahkan Awan Panas Guguran, Belasan Desa di Boyolali Terdampak Hujan Abu
Sementara netizen lainnya mengomentari bahwa ini bukan isu teroris, "Bukan isu teroris... Biasanya klo isu teroris itu ada setelah pelantikan presiden! Gosipnya sih biar anggaran cepat turun... ups..."
Pihak berwenang setempat sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab ledakan dan akan memberikan informasi lebih lanjut kepada publik.
Editor : Bahana.