RADAR JOGJA - Kabupaten Ogan Ilir dihebohkan dengan beredarnya video kontroversial yang memperlihatkan adegan tidak senonoh yang melibatkan seorang oknum camat dan seorang ASN.
Video tersebut menjadi viral setelah diunggah di akun Instagram @oganilir.id. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Amir Hamzah, angkat bicara dan mengecam keras tindakan tersebut.
Amir Hamzah, yang juga merupakan politisi menyatakan kekecewaannya atas aksi yang mencoreng nama baik Kota Santri ini.
"Sangat ironis sekali, memalukan, mencoreng nama baik Kota Santri kita," tegas Amir.
Dalam pernyataannya, Amir Hamzah menuntut Bupati Panca Wijaya Akbar untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum camat dan ASN yang terlibat.
"Copot jabatannya sebagai camat, dan jika perlu pecat dari status ASN-nya," ujarnya dengan tegas.
Video rekaman CCTV berdurasi 7.39 detik tersebut memperlihatkan oknum camat yang sedang berada di ruang kerjanya, didampingi seorang wanita yang diduga adalah seorang ASN.
Awalnya, oknum camat terlihat duduk dengan mengenakan baju dalaman atau singlet. Wanita itu kemudian memasuki ruangan dengan mengenakan seragam Korpri, celana panjang hitam, dan berjilbab.
Pada detik ke-45, oknum camat bangkit dari kursinya, tanpa mengindahkan kaca jendela, dan wanita itu terlihat menggoyangkan kursi sambil duduk di depan oknum camat.
Peristiwa memasuki titik kritis saat oknum camat mulai menutup gordennya dan mengunci pintu, mendekati wanita tersebut.
Detik ke-50, oknum camat membawa wanita ke belakang, kemungkinan di dalam ruangan atau tempat lain yang tidak jelas.
Meskipun adegan tersebut sulit terlihat dengan jelas, tampaknya keduanya sedang melakukan tindakan tidak senonoh, dengan oknum camat melepas celana dan wanita membuka jilbab.
Video tersebut berlanjut hingga lebih kurang empat menit, di mana keduanya menghilang dari pantauan CCTV.
Isu mengenai apa yang sebenarnya terjadi di ruangan tersebut masih menjadi tanda tanya, apakah itu hanya lelucon atau benar-benar tindakan tidak senonoh.
Media ini memperoleh video dari sumber yang tidak ingin identitasnya diungkapkan.
Saat ini, video tersebut belum tersebar luas di media sosial, namun masyarakat Kabupaten Ogan Ilir telah menanggapi dengan kecaman dan permintaan tindakan tegas terhadap oknum camat dan ASN tersebut.
Editor : Bahana.