RADAR JOGJA - Kejadian tragis terjadi di Pekanbaru, Riau, ketika seorang pemuda yang diketahui mengalami gangguan mental menyerang ibunya sendiri.
Insiden ini dipicu oleh kekecewaan pemuda tersebut setelah ibunya menolak membelikan motor Kawasaki KLX yang diminta sang anak.
Dilansir dari akun Instagram @ndorobei.official pada Senin (4/3), sebelum peristiwa mengerikan ini terjadi, anak tersebut terlihat meminta ibunya untuk sholat bersama.
Setelah selesai sholat, sang pemuda meminta ibunya untuk menggoreng ikan teri sebagai makanan.
Setelah makan, ia meminta ibunya untuk menelepon ayahnya agar dapat segera membelikan motor Kawasaki KLX yang diinginkannya.
Namun, sang ibu menjawab dengan tegas bahwa tidak ada uang untuk membeli motor tersebut.
Mendengar penolakan ini, pemuda tersebut dengan spontan pergi mengambil golok dan menyerang ibunya.
Kabarnya, pemuda tersebut memang sedang sakit dan obatnya telah habis, sehingga gangguan mentalnya kembali kambuh.
Kejadian ini langsung menciptakan kehebohan di media sosial, terutama di kalangan netizen.
Banyak dari mereka mengungkapkan simpati terhadap ibu yang menjadi korban dan mengutuk tindakan keras pemuda tersebut.
Salah seorang netizen mengomentari, “Dia sakit. Makanya warga sekitar pun tak berani menghabisi pelaku, eh malah warganet ucap macam. Kabar di akun lain menyebutkan ibunya alhamdulillah selamat.”
Sejumlah netizen juga mengkritik pemerintah, menyoroti kebutuhan akan pelayanan kesehatan mental dan obat-obatan yang terjangkau.
Salah satu komentar netizen menyuarakan, “Pemerintah harus menyediakan obat gratis untuk orang tak mampu. Jangan mereka yang mendaftarkan diri. Tapi RT RW yang jemput bola atas arahan Kelurahan.”
Seorang netizen lainnya berbagi pengalaman serupa dari daerahnya, "Dulu di daerah saya pernah ada kejadian begini, karena pelakunya dinyatakan kurang sehat secara jiwa akhirnya cuma dimasukkan RSJ kurang lebih 2 bulan. Setelah sembuh, dia dipekerjakan oleh orang untuk menjadi tukang/kuli, karena rajin dan bagus dalam bekerja. Namun, belum lama ini dia nebas leher pembantu di rumah majikannya hingga tewas. Di bawa polisi dan tidak tahu nasibnya sekarang."
Editor : Bahana.