RADAR JOGJA – Usai polisi mengamankan empat tersangka yang ternyata salah satunya masih saudara dekat korban kekerasan di ponpes Kediri Bintang Balqis Maulana, terkuak dugaan motif penganiayaan.
Pengacara dari keempat tersangka yakni Rini Puspitasari mengatakan keempat pelaku MN, 18, MA, 18, AK, 17, dan AF, 16, sepupu korban merasakan emosi sesaat.
Dirinya menyebut jika kelakuan korban saat di salah satu ponpes Kediri, Jawa Timur, tersebut membuat pelaku geram meski telah ditegur berulang kali.
Dikatakan, remaja 14 tahun tersebut baru saja sembuh dari sakitnya sehingga dirinya tak masuk sekolah. Bahkan, tidak ikut serta shalat jamaah.
Lalu AK dan AF pun akhirnya menasihati sebagai orang yang satu kamar dengan Bintang Balqis Maulana. Namun, jawaban korban tidak menyambung.
"Keterangan anak-anak (para pelaku) mengakui memukul dan tidak niat biar Bintang sampai gimana. Itu benar-benar emosi sesaat, karena Bintang diomongi tidak manut (nurut)," ucap Rini Puspitasari dari Instagram @memomedsos pada 29 Februari 2024.
Remaja 14 tahun itu hanya menjawab, "Iya-iya" saja. Namun, tak melaksanakan shalat berjamaah hingga berakhir pelaku menjadi emosi dan menganiaya korban dengan
Keengganan remaja SMP tersebut untuk shalat berjamaah pun berlanjut hingga keesokan harinya pada Kamis 21 Februari 2024.
Ini membuat pelaku harus menegurnya lagi untuk memintanya segera mandi dan shalat.
"Salah satu pelaku dirangkul dan dibawa ke kamar. Kemudian diomongi lagi dan Bintang jawabannya tidak nyambung. Iya-iya gitu, tok, tapi tidak dilaksanakan. Terus sempat melotot, akhirnya dipukul lagi," kata pengacara tersangka.
Meski begitu, pelaku sempat mengobati luka-luka korban dan sempat berniat untuk membawanya rumah sakit.
Tapi, hal itu tidak jadi melihat kondisi Bintang Balqis Maulana yang mulai melemah.
"Kemudian hari Jumat (22/2) jam 03.00 WIB si AF (sepupu korban) dibangunin. Diomongin, kok Bintang tambah pucat. Lalu dibawa ke rumah sakit. Terus di rumah sakit ternyata kan meninggal," ungkap Rini Puspitasari.
Sementara itu keterangan dari kakak Bintang Balqis Maulana, dirinya pernah diberi tahu oleh FA sepupu korban bahwa adiknya tersebut kerap kesurupan di ponpes.
Alhasil Bintang Balqis Maulana dikatakan kerap melamun dan marah-marah tidak jelas saat di ponpes.
“FA juga bilang kalau Bintang sering kesurupan katanya, kesurupan jadinya dia kayak bengong kayak dia ngamuk-ngamuk tapi kita kan gak tahu juga Bintang juga kayak gimana,” tutur Mia Nurhasana, kakak korban.
Selama ini yang dia tahu ketika adiknya di rumah saat liburan ia tak pernah menyaksikan Bintang Balqis Maulana kesurupan.
Namun jika memang benar kesurupan, Mia Nurhasana menyayangkan kenapa adiknya tersebut harus sampai dipukuli jika enggan shalat dan mandi.
“Kayak mereka bilang Bintang ini di pondok jarang mau shalat harus disuruh mandi juga harus disuruh enggak mau mandi gitu kan, terus jadinya anak-anak kadang jengkel jadi Bintang dipukul kadang gitu,” ujar kakak korban. (Dwi Putri Birgita Lumban Nahor)