Akibatya, aktivitas belajar mengajar tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
Menanggapi hal tersebut, kemudian Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik pun memberikan pengumuman bahwa kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara online atau daring.
Adapun sekolah yang terkena dampak dari banjir berjumlah enam sekolah.
Enam diantaranya merupakan sekolah dasar, sedangkan satu lainnya merupakan sekolah menengah.
“Sekolah tersebut yakni UPT SDN 99, UPT SDN 110, UPT SDN 116, UPT DN 127, dan UPT SDN 143. Serta UPT SMPN 8 Driyorejo, “ungkap Eka Kusuma selaku Sekertaris Dispendik Kapubaten Gresik, melansir dari Radar Gresik.
Sebelumnya diketahui bahwasanya banjir telah melanda di wilayah gresik sebagai akibat dari Kali Lamong yang meluap hingga menggenangi sebanyak 18 desa di lima kecamatan.
Driatmiko Herlambang selaku Kabid Kedaulatan dan Logistik menyatakan bahwa penerjunan tim untuk memantau lokasi serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak telah dilakukan.
Selain itu, bantuan logistik juga sudah diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir.
Meskipun daerah ini sudah menjadi langganan banjir pada tiap tahunnya, namun banjir di Gresik tahun ini dinilai menjadi banjir yang paling parah hingga kegiatan belajar mengajar dari rumah atau daring terpaksa untuk dilakukan.
Editor : Bahana.