Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalan Di Jogja Ini Ternyata Tidak Boleh Dilewati Sultan Keraton Yogyakarta, Mengapa ???

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 23 Januari 2024 | 22:25 WIB
Plengkung Gading Yogjakarta. Menjadi pantangan untuk dilalui Sultan Keraton Jogja dan ini sudah menjadi tradisi turun temurun di Keraton Yogyakarta.
Plengkung Gading Yogjakarta. Menjadi pantangan untuk dilalui Sultan Keraton Jogja dan ini sudah menjadi tradisi turun temurun di Keraton Yogyakarta.

RADAR JOGJA – Yogjakarta merupakan salah satu kota dengan banyaknya ragam budaya dan adat istiadat yang masih kental dan terjaga hingga saat ini.

Namun, tahukah kamu, ada mitos unik yang tidak boleh dilanggar oleh Sultan Keraton Yogyakarta.

di Jogja ini ada salah satu jalan yang tidak boleh dilewati oleh Sultan Keraton Yogyakarta yang ternyata mengapa kok tidak boleh melewatinya ternyata hal ini memiliki alasan dan penyebab yang hingga kini masih diyakini.


Letak jalan yang tak boleh dilewati oleh Sultan Jogja ini adalah jalan yang melewati bangunan yang bernama Plengkung Gading.

Plengkung Gading merupakan bangunan yang terletak di bagian selatan Keraton Jogja atau berbatasan langsung dengan Alun-alun Kidul.


Adanya Plengkung Gading ini merupakan salah satu bangunan yang menjadi pintu masuk maupun keluar ke daerah yang dekat dengan Keraton Yogyakarta atau dikenal dengan Njeron Beteng.

Secara keseluruhan terdapat 5 bangunan yang ada. Selain Plengkung Gading juga ada Plengkung Jagasura, Madyasura, Tarunasura, dan Jayabaya.

Bentuk bangunan keseluruhannya hampir sama yang dibangun dengan susunan batu putih dan memiliki bentuk melengkung di dalamnya.


Perbedaannya adalah mengenai mitos yang terdapat di Plengkung Gading yaitu tak boleh dilewati oleh raja atau Sultan Jogja yang sedang menjabat.


Karena berdasarkan tujuan dibangunnya Plengkung Gading memang berfungsi sebagai jalan untuk membawa Sultan jika telah wafat menuju ke Makam Imogiri.

Hal ini juga telah dilakukan kepada raja-raja terdahulu.

Selain itu, penyebab yang lain adalah diyakini bahwa bangunan tersebut juga memiliki kekuatan sebagai tempat netralisir atau pembersihan.


Diyakini bahwa bangunan tersebut akan menetralisir berbagai ilmu hitam yang dimiliki oleh seseorang yang melintas di jalan tersebut.


Hingga saat ini mitos mengenai hal ini masih diyakini oleh masyarakat di Jogja.

Dan di sisi lain, bangunan tersebut juga hingga kini masih berdiri kokoh dan menyimpan pemandangan indah untuk disaksikan siapa saja yang melintasi jalan yang berada di sekitarnya. (Rattiantic/Radar Jogja)

Baca Juga: Yuk Simak Sejarah Erupsi Merapi, Terbesar 2010 dan Kesetiaan Mbah Maridjan

Editor : Meitika Candra Lantiva
#mitos #Jalan yang tidak boleh dilalui Sultan Keraton yogyakarta #sultan #Plengkung Gading #raja #adat tradisi #Keraton Yogyakarta #alun-alun kidul